MUTU Sertifikasi PT BWL, Perdana PBPH Hutan Alam di Kalimantan

MUTU Sertifikasi PT BWL, Perdana PBPH Hutan Alam di Kalimantan
PT Mutuagung Lestari Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Mutuagung Lestari Tbk. (MUTU) menerbitkan sertifikasi Sustainable Forest Management (SFM) menggunakan skema Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC) untuk PT Balikpapan Wana Lestari (BWL).

PT BWL lantas tercatat sebagai entitas pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) hutan alam pertama di kawasan Kalimantan yang sukses mengantongi sertifikasi skema IFCC tersebut.

 Sertifikat bernomor registrasi SFM-IFCC-MUTU-020 ini diterbitkan pada 7 September 2026 dan akan berlaku sampai dengan 6 September 2029.

Manager Forest Resources Division PT BWL Margana menyebutkan bahwa capaian sertifikat SFM-IFCC merupakan pijakan awal bagi perusahaan untuk senantiasa menghadirkan inovasi dan perbaikan mutu dalam tata kelola hutan secara berkelanjutan.

“Pencapaian mendapatkan sertifikat SFM-IFCC bukanlah suatu ending dari pengelolaan hutan lestari, tapi justru menjadi langkah awal untuk terus dan terus melakukan inovasi atau pembaharuan dan perbaikan sistem dalam mengelola hutan yang berkelanjutan untuk menjawab tuntutan pasar global,” kata Margana dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).

Sepanjang masa persiapan sertifikasi, BWL mematangkan bermacam lini, mulai dari ikrar komitmen manajemen, pemenuhan kelengkapan dokumen administratif, penyelesaian persyaratan sarana fisik di lapangan, hingga implementasi tata kelola hutan alam yang mengedepankan prinsip kelestarian.

Melalui hasil audit serta penilaian MUTU, tata kelola hutan yang dijalankan BWL dinyatakan telah memenuhi seluruh kriteria sertifikasi mengacu standar SFM-IFCC IFCC ST 1001:2021.

Sertifikasi SFM-IFCC sendiri merupakan instrumen skema sertifikasi tata kelola hutan yang berkarakter sukarela. Skema ini juga sudah memperoleh pengakuan resmi dari Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC), sehingga acuan standar kelola hutan yang diterapkan di Indonesia otomatis sejajar dengan parameter tolok ukur global.

Berkat perolehan sertifikat ini, BWL resmi menjadi unit bisnis ketiga di bawah naungan Korindo Group yang sukses meraih sertifikasi pengelolaan hutan alam. 

Dua entitas terdahulu yang telah memegang sertifikasi sejenis yakni PT Tunas Timber Lestari (TTL) serta PT Inocin Abadi (IA), yang mana keduanya beroperasi di wilayah Papua.

Margana kembali menekankan bahwa perolehan sertifikat tersebut bukanlah muara akhir dari pemeliharaan hutan lestari. Pihaknya harus menjamin seluruh poin kualifikasi standar SFM-IFCC 1001:2021 senantiasa terpenuhi demi menjaga masa berlaku sertifikat tersebut.

Menurutnya, keberlanjutan jalannya standar tersebut memerlukan sokongan penuh dari lini manajemen, termasuk eksekusi pada aspek 4M (man, money, material, dan method). 

Rangkaian elemen itu krusial untuk memelihara konsistensi jalannya standar kelola hutan sekaligus mempertahankan sertifikasi yang sudah diraih.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index