GlobalFoundries dan Marvell Perluas Kemitraan Chip Fotonic, Data Center AI di Ambang Batas Tembaga

GlobalFoundries dan Marvell Perluas Kemitraan Chip Fotonic, Data Center AI di Ambang Batas Tembaga

MEDIATODAY.ID — Kemitraan strategis antara GlobalFoundries dan Marvell Technology resmi diperluas untuk memproduksi solusi konektivitas generasi baru berbasis teknologi silikon germanium (SiGe). Langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan pusat data AI yang mulai kewalahan menghadapi transfer data berkecepatan tinggi, sementara kabel tembaga mendekati batas praktisnya di 400 Gbps per jalur. Ekspansi ini diprediksi mempercepat transisi industri menuju arsitektur optik canggih seperti Near-Packaged Optics (NPO) dan Co-packaged Optics (CPO).

GlobalFoundries dan Marvell Technology mengumumkan perluasan kemitraan manufaktur untuk solusi konektivitas inovatif. Kesepakatan multi-tahun ini berpusat pada teknologi silikon germanium (SiGe) milik GlobalFoundries, dengan perusahaan meningkatkan kapasitas produksi di pabriknya di Burlington, Vermont. Langkah ini menandai babak baru dalam upaya mengatasi kemacetan data di pusat data modern.

Pusat data AI saat ini menghasilkan volume data yang sangat besar. Jaringan berbasis silikon tradisional mulai kesulitan menangani transfer data dalam skala gigabyte. Inilah alasan utama produsen besar kini beralih ke solusi teknologi yang lebih maju untuk memindahkan data tersebut.

Mengapa Tembaga Mulai Ditinggalkan

Selama ini, pusat data konvensional mengandalkan interkoneksi berbasis tembaga yang lebih murah untuk jarak pendek. Namun, teknologi tersebut mendekati batas praktisnya di 400 Gbps per jalur. Sistem AI yang terus berkembang menuntut akselerator lebih cepat yang bertukar data melalui interkoneksi berkecepatan tinggi.

GlobalFoundries telah memproduksi teknologi SiGe canggih selama lebih dari satu dekade. Perusahaan terus berinvestasi dalam ko-integrasi SiGe, silikon fotonic, dan solusi pengemasan canggih untuk arsitektur konektivitas optik baru seperti NPO dan CPO.

Solusi Optik untuk Pusat Data AI

Solusi berbasis SiGe digunakan dalam produk konektivitas berperforma tinggi. Ini mencakup transceiver optik pluggable, Near-Packaged Optics (NPO), dan Co-packaged Optics (CPO). GlobalFoundries menekankan bahwa solusi silikon fotonic ini semakin penting bagi pusat data AI dan infrastruktur pemrosesan data besar lainnya.

Portofolio SiGe yang ditawarkan GlobalFoundries mampu mencapai 200 Gbps per jalur optik. Kemampuan ini menjadi fondasi bagi konektivitas generasi berikutnya yang akan menghubungkan ribuan akselerator AI dalam satu kluster.

Marvell dan Ambisi Triliun Dolar

Marvell Technology, produsen chip fabless yang berbasis di Santa Clara, melihat prospek bisnisnya terus melesat berkat ledakan AI. Perusahaan ini diperkirakan akan memainkan peran utama dalam masa depan pusat data AI dan pertumbuhan AI dalam skala besar.

Nvidia telah berinvestasi signifikan di Marvell sebagai bagian dari kemitraan yang lebih luas. Kerja sama ini mencakup silikon fotonic dan kolaborasi pusat data generasi berikutnya. CEO Nvidia, Jensen Huang, bahkan memprediksi Marvell akan menjadi perusahaan triliun dolar berikutnya di Wall Street.

Robb Johnson, VP of Foundry Technology Marvell, menyatakan bahwa industri sedang bergerak menuju arsitektur optik berbandwidth lebih tinggi untuk kain konektivitas pusat data. Marvell, katanya, secara agresif meningkatkan investasi untuk memimpin transisi tersebut.

Berkat kerja sama yang diperluas dengan GlobalFoundries, Marvell akan memiliki akses ke semua chip SiGe dan transceiver yang dibutuhkannya. Kedua perusahaan telah bekerja sama dalam teknologi jaringan optik selama lebih dari satu dekade.

Implikasi bagi Industri Global

Langkah GlobalFoundries dan Marvell mencerminkan pergeseran fundamental dalam cara pusat data dibangun. Ketika AI menjadi semakin terpusat dan skalanya membesar, kebutuhan akan konektivitas optik berkecepatan tinggi menjadi tidak terhindarkan. Kabel tembaga, yang telah menjadi tulang punggung konektivitas jarak pendek selama puluhan tahun, kini menghadapi keterbatasan fisik yang tidak bisa diatasi hanya dengan peningkatan rekayasa.

Bagi pasar Asia dan Indonesia, perkembangan ini berpotensi memengaruhi rantai pasok komponen pusat data. Operator pusat data di kawasan ini perlu mulai mengantisipasi transisi menuju arsitektur optik jika ingin tetap kompetitif dalam melayani beban kerja AI. Ketersediaan chip SiGe dan transceiver optik dalam jumlah besar akan menjadi faktor penentu.

GlobalFoundries dan Marvell tidak sendiri dalam perlombaan ini. Namun, kombinasi kapasitas manufaktur GlobalFoundries dan desain chip Marvell menempatkan keduanya pada posisi yang kuat untuk memasok kebutuhan infrastruktur AI global dalam beberapa tahun ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index