Kalah 2-3 dari Inggris, Langkah Meksiko Terhenti di 16 Besar

Kalah 2-3 dari Inggris, Langkah Meksiko Terhenti di 16 Besar
Piala Dunia 2026: Meksiko Gugur, Javier Aguirre Mundur [FOTO: NET].

JAKARTA - Timnas Meksiko terpaksa menyudahi impian mereka untuk menjuarai Piala Dunia 2026 setelah ditundukkan oleh Inggris pada fase 16 besar. Pertemuan antara Meksiko dan Inggris yang digelar di Stadion Azteca, Mexico City, Senin (6/7/2026) pagi WIB tersebut tuntas dengan angka 2-3. 

Dua gol dari Jude Bellingham (36', 38') ditambah eksekusi penalti Harry Kane (60') cuma dapat dibalas dua kali oleh tim tuan rumah lewat aksi Julian Quinones (42') serta penalti Raul Jimenez (69').

 Tidak ada yang menduga bahwa laju impresif mereka sepanjang turnamen ini mesti kandas di depan 80 ribu suporter yang memadati Azteca secara langsung. Kesedihan pun seketika terlihat jelas dari ekspresi para penggawa El Tri begitu peluit panjang dibunyikan.

"Bermimpi lalu jatuh seperti ini sangat menyakitkan, tetapi para pemain harus pergi dengan kepala tegak," kata pelatih Javier Aguirre setelah pertandingan. "Mereka telah memberikan yang terbaik di lapangan, tetapi hari ini bukan takdirnya. Para penggemar memiliki harapan tinggi, dan kami tidak dapat menyelesaikan tugas dan memberi mereka malam penuh kegembiraan lainnya."

Kekalahan ini terasa amat mengiris hati lantaran Meksiko sebelumnya termasuk barisan tim dengan rekor kemenangan 100 persen bersama Perancis dan Argentina. 

Tidak sampai di situ, El Tri pun menjadi satu-satunya kontestan yang mengemas catatan tanpa kebobolan terbanyak, yakni empat laga dengan pembagian tiga kali selama fase grup dan sekali pada babak 32 besar. 

Pada laga-laga terdahulu, Meksiko sanggup menjinakkan Afrika Selatan (2-0), Korea Selatan (1-0), Republik Ceko (3-0), serta Ekuador (2-0).

Sebelum bersua Inggris, armada Meksiko berhasil memproduksi delapan gol tanpa sekali pun kemasukan dalam empat laga. Walau demikian, tren positif tersebut terpaksa selesai lebih awal ketika ditumbangkan Inggris, tim yang sejatinya punya memori kelam di Azteca saat Piala Dunia 1986.

 Pada masa itu, Inggris didepak oleh Argentina di perempat final akibat gol kontroversial "Tangan Tuhan" Diego Maradona yang disusul oleh aksi gol solo paling indah sepanjang sejarah Piala Dunia.

Setelah merampungkan tugasnya bersama Timnas Meksiko, Javier Aguirre memilih menanggalkan posisinya sebagai juru taktik utama.

"Lima pertandingan ini tak terlupakan. Saya mengucapkan selamat tinggal kepada Estadio Azteca dan pergi dengan penuh kebanggaan setelah bertahun-tahun," kata Aguirre.

Aguirre pun menunjuk mantan pilar Barcelona, Rafael Marquez, yang bertugas sebagai asistennya selama Piala Dunia 2026, untuk menjadi suksesor.

"Rafa adalah anak yang hebat, pelatih yang berharga, dan dia akan membuktikannya. Mudah-mudahan dia akan melakukannya lebih baik daripada saya," ungkapnya.

Momen perpisahan Aguirre dengan publik Meksiko ini tiba lewat skenario yang sukar diterima. Terlebih, hasil negatif ini meninggalkan luka yang amat dalam bagi belantika sepak bola Meksiko.

 Ini merupakan kekalahan kompetitif ketiga bagi Meksiko di Stadion Azteca sejak arena tersebut resmi dibuka pada tahun 1966. 

Sebelumnya, Meksiko pernah takluk dengan skor 2-1 dalam laga kualifikasi Piala Dunia saat menjamu Kosta Rika pada tahun 2001 serta ketika menghadapi Honduras pada tahun 2013.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index