Jangan Paksa Anak Makan Sayur, Ini 6 Cara Efektif Menurut Sains

Jangan Paksa Anak Makan Sayur, Ini 6 Cara Efektif Menurut Sains
Peneliti Ungkap 6 Cara Sederhana Agar Anak Suka Makan Sayur [FOTO: NET].

JAKARTA - Banyak orangtua merasa stres saat buah hati mereka emoh menyantap sayur dan cuma mau mengonsumsi santapan tertentu. Walakin, para peneliti menegaskan bahwa memaksa anak memakan sayur bukanlah jalan keluar terbaik. 

Sebaliknya, terdapat sejumlah cara simpel yang disokong oleh sains guna membantu anak lebih menyukai sayuran semenjak usia dini.

Menukil BBC (30/6/2026), kebiasaan makan pada anak rupanya dapat dibentuk lewat pengalaman sehari-hari yang berjalan konsisten. 

Modifikasi kecil dalam metode memperkenalkan makanan mampu memberikan imbas jangka panjang terhadap pola makan mereka.

Anak secara kodrati mempunyai kecenderungan menyukai cita rasa manis semenjak usia yang amat belia. Malahan, ASI mengemas gula alami yang memicu rasanya menjadi manis. 

Oleh karena itu, menyuguhkan sayuran yang bercita rasa lebih pahit atau hambar kerap kali bertransformasi menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. 

Padahal, konsumsi buah dan sayur dalam porsi cukup sangat esensial untuk menyokong kesehatan, fokus konsentrasi, perilaku, hingga proses perkembangan anak secara menyeluruh.

Cara membuat anak menyukai sayuran

Berikut merupakan beberapa cara yang dapat diterapkan guna memicu anak agar menyukai sayuran.

1. Kenalkan sayur berulang kali 

Menurut Profesor Biopsikologi dari University of Leeds, Marion Hetherington, anak mesti terpapar sayuran secara repetitif sebelum akhirnya mau menerima asupan tersebut.

"Jika orangtua tidak mulai meningkatkan paparan sayuran sebelum usia lima tahun, itu akan menjadi jauh lebih sulit," ujarnya.

Sederet riset memperlihatkan bahwa anak umumnya memerlukan beberapa kali paparan terhadap jenis makanan yang sama sebelum tergerak mencicipinya. Bagi sebagian anak, proses ini dapat memakan waktu lima hingga 15 kali percobaan. 

Malahan, fase pembentukan preferensi makanan disebut-sebut bisa dimulai semenjak dalam kandungan lewat makanan yang disantap ibu sepanjang masa kehamilan.

2. Sajikan sayur lebih dulu 

Siasat lain yang terbukti ampuh ialah menyuguhkan sayuran sebelum hidangan utama lainnya ditumpahkan. Menurut Hetherington, anak punya kecenderungan menyasar makanan yang paling disukai terlebih dahulu. 

Saat sudah merasa kenyang, mereka umumnya tidak lagi berminat menghabiskan sisa sayur di atas piring.

Oleh sebab itu, menghidangkan sayuran sewaktu anak tengah lapar dapat menaikkan kans sayur tersebut dilahap. Eksperimen yang dilangsungkan di sejumlah pusat penitipan anak di Inggris pun mendapati bahwa anak-anak mau menyantap sayuran ketika sarapan pada lebih dari 60 persen kesempatan sewaktu makanan itu ditawarkan.

3. Perbanyak porsi sayur dalam menu 

Orangtua pun dapat mendongkrak kuantitas sayuran di dalam makanan harian tanpa musti merombak menu secara ekstrem. Contohnya dengan menambah takaran sayur sebagai lauk pendamping atau menyelipkan wortel dan zucchini yang dihaluskan ke dalam saus.

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa anak bakal mengonsumsi lebih banyak sayur saat proporsi sayuran di atas piring diperbesar. Bahkan, pelonjakan porsi buah dan sayur hingga menyentuh 50 persen terbukti memicu anak menyantap lebih banyak bahan pangan tersebut.

4. Buat tampilan sayur lebih menarik

 Visualisasi makanan rupanya berimbas besar terhadap minat makan sang anak. Riset membuktikan anak lebih terpikat menjajal makanan baru saat disajikan secara kreatif sekaligus menarik secara visual.

Memotong buah atau sayuran membentuk kupu-kupu, bunga, ataupun replika karakter lucu dapat mengerek daya tariknya. 

Di samping itu, sayuran yang gampang diraih serta terlihat secara gamblang juga lebih berpotensi dikonsumsi sebagai camilan ketimbang sayuran yang didekam di tempat yang tersembunyi.

5. Makan bersama anak 

Gaya makan orangtua memegang pengaruh raksasa terhadap pola makan anak. Anak condong menjiplak makanan yang disantap oleh anggota keluarga di rumah. 

Karena itu, orangtua yang rutin mengonsumsi sayur dan mempertontonkan pola makan sehat berpotensi memotivasi anak meniru langkah serupa.

Beberapa studi mendapati bahwa aktivitas makan bersama keluarga minimal tiga kali dalam sepekan beririsan dengan pola makan yang lebih sehat serta angka konsumsi buah dan sayur yang lebih tinggi pada anak.

6. Jadikan makan sebagai aktivitas yang menyenangkan 

Para peneliti pun mewanti-wanti bahwa tekanan serta paksaan malah dapat memicu anak kian tidak menyukai jenis makanan tertentu. Sebaliknya, anak direkomendasikan mendapat kesempatan untuk menjajaki makanan lewat aktivitas yang atraktif.

Dalam sebuah eksperimen, anak-anak diajak untuk meraba, menghirup aroma, dan mengamati bermacam bahan makanan tanpa ada kewajiban untuk mencicipinya. 

Imbasnya, mereka bertransformasi menjadi lebih terbuka terhadap hidangan baru dan lebih bersedia mencicipi makanan tersebut di kemudian hari.

Melibatkan anak dalam aktivitas memasak juga diklaim mampu mengerek ketertarikan mereka terhadap makanan yang mulanya terasa asing.

"Kuncinya adalah mengubah cara anak mengalami makanan. Dalam suasana santai dan tanpa tekanan, anak-anak jauh lebih bersedia bermain, mencicipi, dan bereksperimen dengan berbagai jenis makanan," kata koki eksperimental Jozef Youssef yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Hasil temuan ini mengindikasikan bahwa membentuk kebiasaan menyantap sayur tidak melulu harus dijalankan lewat jalan paksaan. 

Paparan yang diberikan secara konsisten, teladan dari orangtua, serta atmosfer makan yang menyenangkan dapat menjadi opsi sederhana demi membantu anak menyukai sayuran sejak dini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index