Energi Hijau

METI Dorong Transisi Energi Hijau Bersama Generasi Muda di Indonesia

METI Dorong Transisi Energi Hijau Bersama Generasi Muda di Indonesia
METI Dorong Transisi Energi Hijau Bersama Generasi Muda di Indonesia

JAKARTA - Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Bandung, Jawa Barat, dengan fokus pada percepatan transisi energi. Pertemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta kepastian kebijakan untuk mewujudkan masa depan energi berkelanjutan.

Ketua Umum METI, Zulfan Zahar, menekankan bahwa transisi energi bukan hanya soal pengurangan pembangkit listrik berbasis fosil. Lebih dari itu, proses ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan listrik melalui ekosistem investasi yang mendukung energi terbarukan.

Target dan Komitmen Energi Terbarukan

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik baru sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 75% diharapkan berasal dari energi terbarukan, menunjukkan ambisi besar percepatan energi hijau.

METI menegaskan komitmennya untuk mendukung target pemerintah. Berbagai program strategis telah disiapkan, termasuk peta jalan pengembangan 100 GW energi terbarukan dan program AFJET (Access to Finance for Just Energy Transition).

AFJET bertujuan mempermudah pendanaan untuk proyek-proyek energi hijau. Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan memperkuat energi hijau.

Zulfan Zahar menyatakan, "Pada Rakernas kali ini, METI sangat berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam proses transisi energi." Ia menambahkan, program transisi energi juga terkait dengan target pertumbuhan ekonomi 8% sesuai Asta Cita Presiden Prabowo.

Rakernas kali ini menjadi wadah kolaborasi untuk menyusun program yang memungkinkan METI bekerja sama dengan pemerintah. Tujuannya adalah mempercepat pencapaian target pertumbuhan ekonomi melalui transisi energi yang berkelanjutan.

Peran Generasi Muda dalam Energi Terbarukan

METI meluncurkan inisiatif METI Energi Muda sebagai wadah bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam sektor energi terbarukan. Program ini diharapkan menciptakan lebih banyak lapangan kerja hijau dan mempersiapkan pemimpin masa depan industri energi.

Wakil Ketua Umum METI, Hokkop Situngkir, menyebutkan banyak startup dan UMKM energi terbarukan kini dijalankan oleh milenial dan Gen Z. Ia menambahkan, rata-rata usia pelaku industri ini berkisar 20 hingga 30 tahun, yang menunjukkan peran aktif generasi muda.

Hokkop menekankan pentingnya fokus ke universitas untuk mempersiapkan generasi muda lebih dini. Mereka diharapkan menjadi penggerak utama pengembangan energi terbarukan di masa depan.

Rakernas pertama METI juga melantik 98 pengurus harian dengan delapan bidang berbeda. Setiap bidang dipimpin oleh ketua dan diisi oleh 59 anggota yang bertugas mendukung pengembangan energi terbarukan.

Tiga Direktur Nusantara TV, Randy Monthonaro Tampubolon, Dimpos Giarto Valentino Tampubolon, dan Tommy William Tampubolon, dilantik sebagai pengurus pusat METI. Langkah ini menandakan dukungan sektor media yang semakin kuat dalam memajukan transisi energi.

Langkah Strategis Memperkuat Kedaulatan Energi Nasional

METI berharap Indonesia tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga memperkuat kedaulatan energi nasional. Energi terbarukan dipandang sebagai solusi berkelanjutan untuk mencapai kedaulatan tersebut.

Upaya ini sejalan dengan target penambahan kapasitas energi hijau dalam RUPTL 2025-2034. Pengembangan energi terbarukan yang berkelanjutan akan membantu menjaga pasokan listrik stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Kolaborasi METI dengan pemerintah dan generasi muda menjadi kunci percepatan transisi energi. Sinergi ini diharapkan menghasilkan program yang mendukung inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan industri energi hijau.

Dengan dukungan program AFJET, pendanaan proyek energi hijau menjadi lebih mudah diakses. Hal ini memungkinkan lebih banyak startup dan perusahaan skala kecil menumbuhkan proyek energi terbarukan.

METI Energi Muda menjadi wadah strategis untuk melibatkan generasi baru dalam pengembangan energi. Program ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mempersiapkan calon pemimpin industri hijau di masa depan.

Keterlibatan generasi muda dalam energi terbarukan juga meningkatkan inovasi teknologi. Startups yang dipimpin oleh milenial dan Gen Z mampu menghadirkan solusi baru dalam efisiensi dan pemanfaatan energi bersih.

Rakernas METI di Bandung menegaskan bahwa transisi energi membutuhkan kepastian kebijakan. Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi bagi pembangunan ekosistem energi hijau yang stabil dan berkelanjutan.

Dengan strategi ini, METI mendukung percepatan pensiun dini PLTU. Langkah ini sekaligus memperkuat energi hijau dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Generasi muda kini menjadi tulang punggung pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Partisipasi mereka memastikan keberlanjutan program transisi energi ke depan.

Melalui Rakernas ini, METI menunjukkan komitmen kuatnya terhadap transformasi energi nasional. Program yang disusun diharapkan mempercepat pencapaian target energi hijau dan pertumbuhan ekonomi.

METI juga mendorong inovasi dalam sektor energi melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Program-program ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru sekaligus mendukung energi bersih.

Pengembangan energi terbarukan yang didukung generasi muda akan memperkuat kedaulatan energi nasional. Dengan demikian, Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

METI menegaskan bahwa transisi energi adalah langkah strategis bagi masa depan bangsa. Sinergi antara pemerintah, sektor industri, dan generasi muda menjadi kunci kesuksesan transisi ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index