Update Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru Februari 2026 Seluruh Indonesia

Senin, 02 Februari 2026 | 10:33:09 WIB
Update Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru Februari 2026 Seluruh Indonesia

JAKARTA - Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM di seluruh Indonesia pada awal Februari 2026. Penurunan terjadi pada beberapa jenis BBM non-subsidi, sementara harga Pertalite dan Solar tetap stabil sejak 2022.

Penurunan Harga BBM Non-Subsidi di Jawa Barat

Di Jawa Barat, Pertamax turun Rp550 dari Rp12.350 menjadi Rp11.800 per liter. Pertamax Turbo juga turun Rp700 dari Rp13.400 menjadi Rp12.700 per liter.

Pertamax Green mengalami penurunan Rp700 dari Rp13.150 menjadi Rp12.450 per liter. Dexlite turun Rp250 dari Rp13.500 menjadi Rp13.250 per liter.

Sementara Pertamina Dex hanya turun Rp100 dari Rp13.600 menjadi Rp13.500 per liter. Penyesuaian ini membuat Pertamax Turbo dan Pertamax Green mencatat penurunan tertinggi di antara BBM lainnya.

Harga Pertalite dan Solar tetap stabil di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga harga BBM subsidi agar tetap terjangkau.

Daftar Harga BBM di Berbagai Provinsi Indonesia

Di Aceh, Pertamax dijual Rp12.100 dan Pertalite Rp10.000 per liter. Di DKI Jakarta, Pertamax Rp11.800, Pertamax Green Rp12.450, dan Pertalite Rp10.000 per liter.

Di Jawa Tengah, harga Pertamax Rp11.800 dan Pertamina Dex Rp13.500 per liter. Di Bali dan Nusa Tenggara Barat, harga Pertamax juga Rp11.800 dan Dexlite Rp13.250 per liter.

Di Kalimantan Timur, Pertamax Rp12.100 dan Pertamina Dex Rp13.800 per liter. Sementara di Papua, Pertamax Rp12.000, Pertamina Dex Rp13.800, dan Dexlite Rp13.550 per liter.

Harga BBM di Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam lebih rendah dari harga nasional. Misalnya, Pertamax di FTZ Sabang Rp11.100 per liter dan Pertamax Turbo di Batam Rp12.050 per liter.

Setiap provinsi menyesuaikan harga berdasarkan tren harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Penyesuaian ini dilakukan oleh Pertamina dengan koordinasi pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

Faktor Penyesuaian Harga dan Tips Cek BBM Terbaru

Penurunan harga BBM ini mengikuti tren harga rata-rata minyak global yang turun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga mempengaruhi keputusan penyesuaian harga di SPBU.

Pemerintah dan Pertamina memiliki kewenangan untuk menentukan harga BBM non-subsidi. Keputusan ini bersifat fleksibel dan menyesuaikan kondisi pasar agar tetap stabil.

Masyarakat bisa memantau harga BBM terbaru secara berkala melalui SPBU atau aplikasi resmi Pertamina. Hal ini penting agar konsumen mendapatkan informasi harga akurat sebelum mengisi bahan bakar.

Perbedaan harga BBM juga bisa terjadi di setiap wilayah di Indonesia. Faktor distribusi dan logistik menjadi penyebab utama variasi harga antarprovinsi.

Dengan penyesuaian ini, Pertamina berupaya menjaga daya beli masyarakat. Penurunan harga Pertamax dan Pertamax Green memberi sedikit keringanan biaya transportasi bagi konsumen.

Meskipun BBM subsidi tidak berubah, penurunan harga non-subsidi tetap berdampak positif bagi sektor transportasi dan industri. Penghematan ini diharapkan mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Konsumen di wilayah perkotaan cenderung merasakan efek penurunan harga lebih cepat. Sementara di wilayah terpencil, distribusi BBM membutuhkan waktu lebih lama sehingga harga dapat berbeda.

Pertamina juga menekankan pentingnya efisiensi penggunaan BBM. Konsumen diimbau mengisi bahan bakar sesuai kebutuhan agar stok BBM tetap aman di semua SPBU.

Selain itu, penurunan harga BBM menjadi momen bagi kendaraan umum dan logistik untuk menyesuaikan tarif layanan. Dampak positif ini diharapkan berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.

Dengan update harga terbaru, masyarakat dapat merencanakan pengeluaran transportasi lebih matang. Informasi ini juga bermanfaat bagi pelaku usaha yang menggunakan BBM sebagai bahan operasional.

Terkini