JAKARTA – Hambatan utama bagi UMKM Indonesia dalam merambah pasar ekspor sekarang telah bergeser. Apabila sebelumnya tantangan paling besar terletak pada aspek kapasitas produksi, kini para pelaku usaha lebih banyak menjumpai kendala dalam menjangkau jaringan distribusi global serta penyediaan layanan logistik yang sanggup menopang ekspansi bisnis menuju pasar internasional.
Padahal, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memberikan kontribusi di atas 60 persen bagi produk domestik bruto (PDB) Indonesia dan diproyeksikan bakal menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekspor nasional.
Supaya peluang dimaksud dapat dioptimalkan, para pelaku usaha memerlukan akses logistik yang sigap, efisien, serta tepercaya.
VP Commercial DHL Express Indonesia Poppy Ariani memaparkan bahwa permintaan yang datang dari pasar global terus menanjak. Walau begitu, daya saing UMKM sekarang ini kian ditentukan oleh kapabilitas dalam menjangkau pasar dimaksud.
"Permintaan global itu ada dan terus berkembang. Kuncinya sekarang adalah akses, cepat, konsisten, dan kompetitif," kata Poppy dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).
Berdasarkan penuturannya, peran dari sektor logistik tidak lagi sekadar membantu proses distribusi barang, namun telah berupah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan yang berambisi melebarkan sayap di pasar internasional.
Modifikasi tersebut juga tampak dari pola kegiatan ekspor UMKM. Jika sebelumnya para pelaku usaha identik dengan pengiriman dalam kuantitas mini, kini kian banyak UMKM Indonesia yang mengekspor produk mereka dalam volume yang lebih jumbo dan mengantongi nilai tambah yang lebih tinggi.
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad menyampaikan, tren tersebut memperlihatkan bahwa sebagian UMKM tidak lagi sekadar menjajal langkah memasuki pasar global, melainkan mulai mendongkrak skala usahanya.
"Kami melihat pergeseran yang jelas. Dari pengiriman skala kecil ke volume besar. Ini menunjukkan bahwa bisnis Indonesia tidak hanya masuk ke pasar global, tetapi mulai berkembang di dalamnya," jelasnya.
Walaupun demikian, akselerasi kapasitas usaha tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh ketersediaan solusi logistik yang mampu memfasilitasi keperluan pengiriman yang kian kompleks.
Menurut pandangan Ahmad, keunggulan dalam bersaing di kancah ekspor saat ini tidak lagi ditakar dari siapa yang melangkah lebih dahulu ke pasar internasional, melainkan oleh kapabilitas dalam merawat kecepatan, konsistensi, serta keandalan pengiriman.
"Keunggulan tidak lagi soal siapa yang memulai lebih dulu, tetapi siapa yang mampu berkembang lebih cepat dan konsisten. Keandalan menjadi pembeda," ucapnya.
Ia mengimbuhkan, keperluan layanan logistik guna pengiriman kargo dalam volume besar terus menanjak selaras dengan ekspansi para pelaku usaha Indonesia ke bermacam negara tujuan ekspor.
"Kebutuhan terhadap pengiriman kargo berat terus meningkat seiring ekspansi bisnis ke pasar global. Hal ini mencerminkan kesiapan pelaku usaha Indonesia untuk bersaing di level yang lebih tinggi," tutur Ahmad.
Kecenderungan tersebut sejalan dengan kian meningkatnya aktivitas perdagangan internasional. Data dari UN Trade and Development (UNCTAD) memperlihatkan nilai perdagangan global terus tumbuh meskipun roda ekonomi dunia tengah mengalami pelambatan.
Kondisi ini membuka ruang yang lebih lebar bagi produk asal Indonesia untuk menembus pasar internasional, sekaligus menaikkan kebutuhan akan sistem logistik yang lebih efisien.
Di sisi lain, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menyentuh angka 5,11 persen pada tahun 2025 juga menghadirkan peluang bagi semakin banyak pelaku UMKM untuk melangsungkan ekspansi ke luar negeri.
Namun, keberhasilan kegiatan ekspor saat ini tidak hanya ditentukan oleh mutu produk, melainkan juga kemampuan dalam memuaskan tuntutan rantai pasok global yang semakin cepat serta terintegrasi.
Untuk saat ini, berkisar 40 persen pelanggan dari DHL Express Indonesia datang dari segmen UMKM. Perusahaan menyediakan layanan pengiriman ekspres serta logistik yang terpadu, termasuk di dalamnya layanan pengiriman kargo udara dengan kapasitas besar, guna menyokong meroketnya keperluan ekspor dalam kuantitas yang lebih besar.
Bukan hanya itu, DHL Express Indonesia turut menggulirkan program GoTrade untuk mendampingi UMKM memperluas jangkauan ke pasar internasional.
"Fokus kami bukan sekadar transaksi, tetapi membangun kemampuan UMKM agar bisa tumbuh konsisten di pasar global," tandas Ahmad.