JAKARTA - Penggawa muaytai Indonesia Elijah William Hinzman mengukir sejarah usai menyabet medali perak pada Kejuaraan Dunia Muaytai IFMA atau IFMA World Championship 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
"Keberhasilan Elijah William Hinzman meraih medali perak di IFMA World Championships 2026 merupakan sejarah bagi muaytai di tanah air," kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman, dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (21/06/2026).
Dalam turnamen yang bergulir 16-26 Juni tersebut, Elijah sukses menorehkan tinta emas baru lewat raihan medali perak sekaligus membukukan prestasi terbaik Indonesia sepanjang keikutsertaan pada ajang prestisius IFMA World Championships.
Marciano memaparkan bahwa keberhasilan Elijah menembus partai puncak dan nyaris mengklaim takhta juara dunia merupakan bukti konkret potensi besar cabang olahraga muaytai Indonesia.
Fighter blasteran Indonesia-Thailand tersebut mempertontonkan aksi memukau dengan menyapu bersih kemenangan lewat technical knockout (TKO).
Elijah melewati fase penyisihan dengan menumbangkan rival asal Malaysia, lalu menyingkirkan petarung Rusia serta Finlandia pada babak perempat final dan semifinal.
Marciano memberikan apresiasi tinggi atas performa impresif yang diperlihatkan Elijah dengan menundukkan lawan-lawan tangguh dari beraneka negara.
?"Prestasi luar biasa yang ditunjukkan di panggung dunia ini adalah kebanggaan besar bagi seluruh bangsa Indonesia," kata dia.
Pencapaian tersebut, Marciano menyambung, menunjukkan bahwa program penggodokan atlet yang digulirkan Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) di bawah komando La Nyalla Mahmud Mattalitti berjalan di rute yang tepat.
Pengurus Provinsi MI Jawa Timur di bawah arahan Baso Juherman, hingga jajaran pelatih, serta semua pihak di balik layar sudah memeras keringat mengasah talenta Elijah hingga sanggup bersaing ketat dengan petarung-petarung terbaik jagat raya.
?Marciano mengandalkan momentum bersejarah ini bisa dirawat dengan optimal serta kesuksesan Elijah dapat memicu gairah bagi atlet-atlet muaytai lainnya demi terus memeras keringat, mempertebal disiplin, dan bersiap menyongsong kejuaraan internasional mendatang untuk mengibarkan bendera Merah Putih di pentas global.