Kemendukbangga Perkuat Tata Kelola MBG 3B Lewat Peran TPK

Kemendukbangga Perkuat Tata Kelola MBG 3B Lewat Peran TPK
Kemendukbangga/BKKBN memperkuat penataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) [FOTO : NET].

JAKARTA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memperkokoh pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) lewat sokongan dari Tim Pendamping Keluarga (TPK).

"Hari ini kelompok 3B yang menerima manfaat sudah mencapai 9,9 juta jiwa, terdiri dari 911 ribu ibu hamil, 2,2 juta ibu menyusui, dan sekitar 6 juta balita. Ini merupakan capaian penting dalam upaya memperkuat intervensi gizi bagi kelompok yang paling membutuhkan," ujar Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (12/06/2026).

Wihaji mengutarakan bahwa luasnya jangkauan penerima manfaat tersebut tidak lepas dari andil besar lebih dari 122 ribu personil TPK.

Dirinya menjabarkan, para TPK selama ini aktif membantu proses penyaluran MBG secara langsung kepada kelompok sasaran 3B serta mengawal agar makanan yang dibagikan benar-benar dikonsumsi oleh penerima manfaat sesuai takaran nilai gizi.

Bukan hanya penataan pada penerima manfaat, Kemendukbangga/BKKBN pun memacu pembenahan layanan MBG di kawasan terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

Guna menjawab kendala penyaluran di kawasan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN mengusulkan optimalisasi program Dapur Anak Sehat Atasi Stunting (DAHSAT) sebagai opsi model pelayanan.

"Yang terakhir, sebenarnya ini untuk 3T saya kira, dulu kami sering berdiskusi tentang solusi untuk 3T dengan skema lain. Kita punya namanya DAHSAT atau Dapur Anak Sehat Atasi Stunting," paparnya.

Penggunaan program DAHSAT tersebut dirasa mampu menjadi opsi model penyediaan asupan bergizi berbasis komunitas yang telah berjalan efektif di beragam daerah.

Program ini turut menopang realisasi MBG di daerah dengan keterbatasan akses maupun sarana infrastruktur, sehingga kelompok yang paling rentan tetap memperoleh manfaat secara maksimal, khususnya bagi sasaran 3B di wilayah 3T.

Di sisi lain, Kepala BGN Nanik S. Deyang menerangkan, BGN saat ini tengah menjalankan penataan serta penyesuaian ulang (refocusing) Program MBG agar kian tepat sasaran dengan mendahulukan kelompok 3B dan kawasan 3T.

Kelompok 3B diposisikan sebagai prioritas utama lantaran intervensi gizi dinilai paling berdampak jika diaplikasikan sejak masa mengandung hingga usia sekolah dasar.

"Sebetulnya saya sudah diskusi dengan profesor-profesor terkait hal itu, sebetulnya intervensi kita ini adalah di usia kandungan satu bulan hingga 9 tahun atau sampai SD," ucap Nanik.

Di samping itu, sambung dia, konsentrasi BGN sekarang terarah pada daerah-daerah 3T, guna memastikan 63 juta penerima manfaat mutunya terjaga, benar-benar menyasar 3B dan 3T.

Selain melakukan refocusing pada penerima manfaat, BGN juga menggalakkan optimalisasi fasilitas yang telah eksis di tengah masyarakat demi mempercepat ekspansi layanan MBG di daerah-daerah yang masih tertinggal.

Pemerintah terus konsisten menerapkan formula kolaboratif melalui pemanfaatan fasilitas yang sudah ada dan sokongan dari pelbagai elemen untuk mengakselerasi perluasan jangkauan program MBG, tanpa harus bertumpu penuh pada pengadaan infrastruktur baru lewat APBN.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index