Gubernur Bengkulu: Danau Dendam Siap Menjadi Destinasi Wisata Modern

Gubernur Bengkulu: Danau Dendam Siap Menjadi Destinasi Wisata Modern
penataan kawasan Danau Dendam [FOTO : NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum secara resmi memulai proses pembenahan area Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) sebagai langkah konkret dalam menyediakan tujuan wisata yang mampu mendukung perkembangan industri pariwisata serta perekonomian warga.

“Melalui penataan ini, kami ingin menghadirkan destinasi yang modern, tertata rapi, memiliki daya saing kuat, sekaligus menjadi ikon baru penopang industri pariwisata Provinsi Bengkulu,” kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, Kamis (10/06/2026).

Helmi menuturkan bahwa langkah merapikan Danau Dendam Tak Sudah adalah taktik strategis pemerintah daerah untuk menaikkan mutu destinasi unggulan Bengkulu agar bisa berkompetisi dengan wilayah lain sekaligus menggaet lebih banyak turis.

Menurut pandangannya, pengembangan wilayah tersebut bukan sekadar fokus pada pembenahan fasilitas fisik, melainkan juga langkah pemerintah untuk memicu kemajuan ekonomi daerah lewat perluasan bidang pariwisata serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dia memaparkan bahwa pengerjaan Danau Dendam Tak Sudah telah berjalan sejak 2022 melalui pengadaan lahan seluas 48.703 meter persegi dengan biaya tahap awal sebesar kurang lebih Rp28 miliar.

Selama 2023, pembangunan dilanjutkan dengan pengerjaan elevated road atau jalan layang yang kini telah beroperasi dengan nilai proyek mencapai Rp89 miliar, ditambah agenda pematangan lahan senilai Rp2 miliar. 

Akumulasi dana yang sudah diserap guna pembangunan fondasi kawasan tersebut mencapai Rp119 miliar.

Setelah sarana utama dinyatakan siap, menurut dia, pemerintah kini melangkah ke tahap penataan kawasan dengan nilai kontrak pekerjaan sejumlah Rp37,12 miliar yang akan dipakai untuk menyajikan kawasan wisata yang representatif, teratur, serta berwawasan lingkungan guna memberikan pengaruh ekonomi bagi penduduk sekitar.

Helmi juga mengutarakan penghargaan kepada Pemerintah Kota Bengkulu yang telah membantu proses persiapan pembangunan di kawasan tersebut.

Menurut dia, penyerahan lahan pekerjaan sementara penataan kawasan kepada Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya adalah bukti kerja sama yang solid antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota dalam mempercepat realisasi destinasi wisata unggulan.

Di sisi lain, Kepala Balai Penataan Bangunan, Kawasan, dan Prasarana Bengkulu Fery Erawan menyatakan bahwa proyek ini merupakan perwujudan komitmen bersama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menyediakan ruang publik yang nyaman, elok, serta bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Nota kesepakatan ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Fery.

Pada agenda tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu turut menyerahkan lokasi sementara penataan kawasan sekitar 19.000 meter persegi di Kelurahan Dusun Besar, Kota Bengkulu kepada Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Bengkulu demi menunjang percepatan pembangunan Danau Dendam Tak Sudah sebagai salah satu destinasi wisata utama di kawasan tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index