Minyak

Harga Minyak dan Logam Dunia Terpengaruh Negosiasi Nuklir Iran dan Aktivitas Global

Harga Minyak dan Logam Dunia Terpengaruh Negosiasi Nuklir Iran dan Aktivitas Global
Harga Minyak dan Logam Dunia Terpengaruh Negosiasi Nuklir Iran dan Aktivitas Global

JAKARTA - Pasar energi dan logam global menunjukkan pergerakan signifikan seiring kabar terbaru dari Iran terkait kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat. Investor dan pedagang menanggapi berita ini dengan penyesuaian harga minyak mentah serta logam strategis di bursa internasional.

Penurunan Harga Minyak Mentah Setelah Iran Siap Negosiasi

Harga minyak mentah Brent berjangka turun 1 persen menjadi USD 70,77 per barel pada Selasa, 24 Februari 2026. Sementara itu, minyak mentah WTI juga turun 1 persen, ditutup pada USD 65,63 per barel.

Langkah Iran yang menyatakan kesediaan untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan AS menjadi faktor utama. Beberapa minggu sebelumnya, aktivitas militer AS di Timur Tengah sempat meningkatkan ketegangan dan mendorong harga minyak naik.

Pergerakan Pasar Batu Bara dan CPO

Harga batu bara ICE Newcastle melemah pada penutupan perdagangan Selasa, turun 1,17 persen menjadi USD 118 per ton. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pelemahan permintaan di pasar energi global.

Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) Malaysia juga turun pada hari yang sama. Berdasarkan data tradingeconomics, CPO ditutup di level MYR 4.080 per ton, mencerminkan sentimen pasar yang berhati-hati menjelang keputusan kebijakan energi global.

Kenaikan Harga Nikel dan Logam Strategis

Di sisi lain, harga nikel mengalami penguatan yang signifikan pada penutupan perdagangan Selasa. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), nikel melesat 3,62 persen menjadi USD 17.909 per ton.

Kenaikan ini menunjukkan permintaan logam industri tetap kuat, terutama untuk sektor energi terbarukan dan baterai kendaraan listrik. Pasokan nikel yang terbatas di beberapa wilayah mendorong harga tetap berada di level tinggi.

Lonjakan Harga Timah di Bursa Internasional

Timah mencatat kenaikan terbesar dibanding logam lainnya pada perdagangan Selasa. Data LME menunjukkan harga timah meroket 5,41 persen dan menetap di USD 50.300 per ton.

Kenaikan timah dipicu oleh optimisme pasar terhadap stabilitas pasokan dan permintaan global yang meningkat. Industri elektronik dan manufaktur logam di Asia menjadi salah satu faktor pendorong permintaan tinggi terhadap logam ini.

Dampak Negosiasi Iran terhadap Energi Global

Kesiapan Iran untuk mengambil langkah negosiasi nuklir memberikan dampak langsung pada harga minyak mentah dunia. Investor memperhitungkan potensi tambahan pasokan minyak dari Iran jika sanksi mereda, sehingga menekan harga minyak Brent dan WTI.

Sementara itu, volatilitas di Timur Tengah tetap menjadi faktor risiko yang memengaruhi pergerakan harga komoditas energi. Pergerakan ini memicu pedagang untuk melakukan hedging dan menyesuaikan portofolio agar terhindar dari risiko geopolitik.

Interaksi Harga Batu Bara, Minyak, dan CPO

Penurunan harga batu bara dan CPO menunjukkan adanya korelasi dengan tren minyak mentah global. Dengan turunnya harga minyak, beberapa negara produsen batu bara dan kelapa sawit menyesuaikan strategi ekspor untuk tetap kompetitif.

Fluktuasi harga CPO juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca di Malaysia dan Indonesia, yang menjadi pusat produksi utama. Produsen memperkirakan pasokan stabil, namun permintaan global yang bervariasi membuat harga CPO tetap bergerak fluktuatif.

Prospek Logam Industri dan Permintaan Global

Kenaikan harga nikel dan timah memberikan sinyal positif bagi sektor industri. Terutama industri kendaraan listrik, elektronik, dan manufaktur logam yang membutuhkan pasokan stabil dan kualitas tinggi.

Selain itu, kenaikan logam strategis menjadi daya tarik investasi di pasar komoditas. Pedagang global menilai logam seperti nikel dan timah sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas energi.

Pasar Komoditas Global Saat Ini

Secara keseluruhan, pasar energi dan logam global menunjukkan dinamika yang beragam. Minyak mentah turun akibat prospek kesepakatan nuklir Iran dengan AS, sementara nikel dan timah justru mengalami kenaikan signifikan karena permintaan industri tetap tinggi.

Pergerakan harga ini memperlihatkan interaksi kompleks antara faktor geopolitik, pasokan, dan permintaan global. Investor dan produsen di seluruh dunia terus memantau berita dari Timur Tengah dan pasar logam untuk menyesuaikan strategi perdagangan dan produksi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index