JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya reformasi pasar modal. Tujuannya adalah memberikan perlindungan bagi investor sekaligus menjaga stabilitas pasar yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, Luhut meminta investor domestik tetap tenang. Ia mengingatkan agar tidak terbawa sentimen jangka pendek yang bisa memengaruhi keputusan investasi.
Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan otoritas terkait menyiapkan pengawasan lebih ketat. Fokus pengawasan mencakup transaksi tidak wajar, praktik manipulasi, dan penguatan komunikasi pasar yang cepat dan jelas.
Luhut menegaskan bahwa prioritas utama reformasi adalah perlindungan investor dan stabilitas pasar. Hal ini dinilai krusial agar pasar modal Indonesia menjadi lebih sehat, adil, dan kompetitif.
Momentum Evaluasi MSCI untuk Reformasi Pasar Modal
Evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi titik fokus bagi pemerintah. Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengikuti evaluasi ini dianggap momentum tepat untuk melakukan reformasi menyeluruh.
Menurut Luhut, reformasi harus mencakup langkah-langkah yang menjadikan pasar lebih transparan. Investor akan memiliki kepercayaan lebih tinggi jika mekanisme pasar berjalan sesuai prinsip keterbukaan dan keadilan.
DEN mendukung enam langkah perbaikan yang diumumkan pemerintah, OJK, dan BEI. Setiap langkah dirancang untuk memperkuat integritas pasar dan menumbuhkan kepercayaan investor.
Langkah pertama, pemerintah memperkuat ketentuan pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO) bagi emiten utama. Mekanisme ini disertai verifikasi ketat dan sanksi tegas bagi pelanggar.
Luhut menekankan transparansi pemilik manfaat akhir penting untuk mencegah praktik tidak sehat. Dengan begitu, kepercayaan terhadap integritas pasar modal dapat meningkat signifikan.
Peningkatan Free Float untuk Likuiditas dan Price Discovery
Langkah kedua yang didukung DEN adalah peningkatan ambang batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Kebijakan ini ditujukan untuk memperbaiki likuiditas serta kualitas price discovery, terutama pada emiten besar.
Luhut menegaskan peningkatan free float harus menjadi bagian paket reformasi. Tujuannya agar harga saham mencerminkan valuasi fundamental bisnis secara transparan dan sehat.
Kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko distorsi harga akibat kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi. Investor akan mendapatkan informasi yang lebih akurat untuk pengambilan keputusan.
Selain itu, reformasi ini mendorong emiten untuk meningkatkan keterbukaan informasi. Dengan demikian, praktik manipulasi harga dapat diminimalkan dan pasar berjalan lebih adil.
DEN menilai langkah-langkah ini krusial untuk membangun pasar modal yang kompetitif. Investor domestik maupun global akan melihat Indonesia sebagai pasar yang sehat dan terpercaya.
Penguatan pengawasan, transparansi UBO, dan free float hanyalah sebagian dari paket reformasi. Upaya lainnya mencakup perbaikan mekanisme penegakan hukum dan regulasi perdagangan saham.
Langkah-langkah ini sekaligus memberikan sinyal positif kepada pelaku pasar. Investor akan terdorong untuk berinvestasi lebih percaya diri karena risiko manipulasi dan distorsi harga berkurang.
Luhut menekankan koordinasi pemerintah, OJK, dan BEI sangat penting. Harmonisasi antar-otoritas ini menjadi fondasi untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan investor.
Reformasi pasar modal juga berfokus pada komunikasi yang lebih cepat dan jelas. Hal ini agar investor mendapatkan informasi secara tepat waktu dan dapat membuat keputusan dengan lebih baik.
DEN menilai langkah-langkah ini akan membawa pasar modal Indonesia ke tingkat yang lebih sehat. Stabilitas dan transparansi diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Dengan reformasi ini, pasar modal Indonesia diharapkan semakin menarik bagi investor global. Keterbukaan dan penguatan tata kelola menjadi faktor kunci untuk meningkatkan kepercayaan internasional.
Langkah-langkah ini juga menjadi jawaban atas tantangan volatilitas IHSG. Reformasi diharapkan mampu menahan fluktuasi berlebihan dan menciptakan pasar yang lebih stabil.
Selain itu, reformasi ini mengatur agar emiten besar lebih transparan. Investor dapat melihat struktur kepemilikan saham dan memahami siapa pemegang manfaat akhir secara jelas.
Pengawasan yang lebih ketat terhadap transaksi tidak wajar menjadi bagian penting dari reformasi. Hal ini akan mencegah praktik manipulasi harga yang merugikan investor dan mengganggu stabilitas pasar.
DEN menegaskan bahwa langkah-langkah ini harus dilaksanakan secara konsisten. Integritas pasar, perlindungan investor, dan transparansi menjadi fondasi utama untuk membangun pasar modal yang kompetitif.