Penyebab Tubuh Tersentak Saat Tidur Menurut Pakar Stanford

Selasa, 07 Juli 2026 | 02:48:02 WIB
Sering Tersentak Saat Mulai Tidur? Kenali Fenomena Hypnic Jerk [FOTO: NET].

JAKARTA - Pernahkah Anda merasakan tungkai kaki mendadak menendang, seluruh badan tersentak, atau muncul sensasi layaknya terperosok jatuh tepat ketika hendak terlelap nyenyak? Kejutan sensorik semacam ini kerap kali memaksa seseorang terbangun secara tiba-tiba dalam kondisi terperanjat. Fenomena medis tersebut diidentifikasi dengan istilah hypnic jerk atau sentakan hipnik.

Berdasarkan pemaparan dari spesialis masalah tidur asal Stanford University, Dr. Rafael Pelayo, keadaan tersebut tergolong sangat jamak dijumpai pada banyak individu dan secara umum sama sekali tidak mengancam kesehatan.

"Itu adalah salah satu fenomena tidur yang hampir semua orang pernah rasakan atau sadari," kata Dr. Pelayo, seperti disadur dari PopSugar, Selasa (7/7/2026).

Apa itu hypnic jerk?

Hypnic jerk merupakan suatu manifestasi refleks gerakan atau hentakan spontan yang mencuat tepat di kala kondisi tubuh tengah melintasi fase peralihan dari status terjaga beralih menuju fase tidur. Efek hentakan spontan ini dapat melanda bagian kaki, lengan, maupun melibatkan seluruh anatomi tubuh. Sebagian orang pun kerap menangkap impresi indra seakan tengah melayang jatuh dari area ketinggian, kehilangan tumpuan setelah tersandung, atau badan mendadak limbung kehilangan keseimbangan sesaat sebelum terlelap.

Mengapa tubuh bisa tersentak saat mau tidur?

Merujuk pada penjelasan Dr. Pelayo, pemicu utama dari fenomena ini berkaitan erat dengan adanya benturan instruksi pada sinyal saraf otak.

"Ini terjadi karena tubuh ingin tidur, tetapi kamu masih memaksanya tetap terjaga," jelasnya.

Kondisi tersebut misal dipicu saat Anda masih sibuk mengetik balasan pesan, menyelesaikan tugas lewat perangkat laptop, atau terus membiarkan pikiran mengembara memikirkan rupa-rupa persoalan menjelang waktu istirahat. Imbasnya, sistem biologis yang mengomandani kondisi terjaga dan fase tidur menjadi saling tumpang tindih.

"Dunia tidur dan dunia terjaga menjadi kabur," kata Dr. Pelayo.

Apakah kondisi ini berbahaya?

Pada mayoritas kasus yang jamak ditemukan, gejala hypnic jerk bukanlah representasi dari adanya gangguan kesehatan yang bersifat krusial. Sebaliknya, fenomena sentakan ini kerap ditafsirkan sebagai alarm indikasi bahwasanya kondisi fisik Anda sudah terlampau letih dan sangat memerlukan asupan istirahat.

"Yang tubuh kamu coba sampaikan adalah, 'Kamu seharusnya sudah tidur sekarang. Berhenti memaksakan diri tetap terjaga,'" ujar Dr. Pelayo.

Kendati demikian, situasi ini memiliki perbedaan mendasar dengan gangguan restless legs syndrome (RLS), yakni sejenis kelainan saraf yang memicu sensasi tidak nyaman, rasa kebas kesemutan, sensasi panas seperti terbakar, disertai dorongan impulsif yang kuat untuk terus menggerakkan area kaki di kala tubuh sedang beristirahat.

Cara mengurangi sentakan saat mau tidur

Guna meminimalisasi intensitas tubuh tersentak di ambang waktu tidur, para ahli merekomendasikan serangkaian panduan berikut:

Sudahi segala aktivitas penggunaan gawai ponsel pintar maupun laptop menjelang tidur.

Padamkan perangkat televisi serta batasi paparan dari sorot cahaya yang benderang.

Rancang pola jam tidur yang teratur dan konsisten.

Sediakan ruang waktu bagi tubuh untuk benar-benar memasuki fase rileks sebelum memejamkan mata.

Hindari kebiasaan memaksakan diri untuk bertahan terjaga tatkala rasa kantuk sudah melanda.

Apabila intensitas sentakan tersebut berlangsung terlampau sering, merusak mutu kualitas tidur harian, atau dibarengi rupa gejala penyerta lainnya seperti rasa nyeri hingga sensasi panas terbakar pada bagian kaki, ada baiknya Anda segera mengonsultasikan hal tersebut kepada dokter guna memperoleh tindakan observasi medis lebih mendalam.

Terkini