Hari Bhayangkara, Bamsoet Dorong Polri Profesional & Responsif

Jumat, 03 Juli 2026 | 19:57:01 WIB
Bamsoet Ajak Polri Percepat Transformasi Presisi di Usia ke-80 [FOTO: NET].

JAKARTA - Anggota DPR RI Bambang Soesatyo memotivasi Polri agar bertransformasi menjadi lembaga yang kian profesional, modern, adaptif, serta responsif dalam momentum perayaan Hari Bhayangkara Ke-80 pada 1 Juli 2026.

Bamsoet, sapaan akrabnya, dalam keterangan yang didapat di Jakarta, Jumat, mengutarakan bahwa umur Polri yang telah menyentuh delapan dekade wajib dijadikan momentum untuk mengakselerasi transformasi Polri yang kian Presisi.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi Polri Presisi sehingga semakin profesional, modern, humanis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus semakin dipercaya masyarakat. Kepercayaan publik merupakan modal utama penegakan hukum dan menjaga stabilitas nasional," ucapnya.

Ia memaparkan bahwa tantangan dalam menjaga keamanan nasional saat ini kian rumit selaras dengan laju pertumbuhan teknologi digital yang masif.

Pola kriminalitas siber bergulir amat kilat, mulai dari peretasan data, penipuan investasi daring, judi online, pencurian identitas digital, hingga penggunaan artificial intelligence demi memproduksi konten palsu atau deepfake yang berisiko menyulut kegaduhan sosial.

Menurutnya, situasi ini menuntut korps kepolisian demi memperkokoh kapabilitas forensik digital, meningkatkan mutu SDM, memperlebar kolaborasi global, dan menggenjot integrasi teknologi pada sistem penegakan hukum.

“Transformasi Polri harus berjalan seiring transformasi masyarakat. Ketika kejahatan memanfaatkan teknologi mutakhir, aparat penegak hukum juga harus memiliki kemampuan, perangkat, dan sistem yang lebih maju sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” katanya.

Ketua MPR RI ke-15 itu pun menggarisbawahi bahwa stabilitas keamanan negara mempunyai korelasi erat dengan roda pertumbuhan ekonomi nasional.

Indonesia, kata dia, sedang memacu hilirisasi industri, pendirian infrastruktur, ekonomi digital, transisi energi, dan peningkatan investasi. Negara pun memerlukan lembaga kepolisian yang bisa menggaransi kepastian dalam berusaha.

Oleh sebab itu, kata dia, andil Polri kian strategis untuk menyokong agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

"Keamanan adalah fondasi pembangunan. Investor membutuhkan kepastian hukum, masyarakat membutuhkan rasa aman, pelaku usaha membutuhkan stabilitas. Semua itu memerlukan Polri yang profesional, responsif, dan mampu bekerja sama dengan seluruh elemen bangsa,” ucapnya.

Lebih jauh, Bamsoet memberi apresiasi atas beragam langkah perbaikan yang konsisten dijalankan Polri selama beberapa tahun belakangan, salah satunya terobosan pelayanan publik dan digitalisasi administrasi kepolisian.

Langkah tersebut membuahkan pencapaian positif. Survei Litbang Kompas Tahun 2026 menunjukkan tingkat kepercayaan publik kepada Polri menembus angka kisaran 82,4 persen, naik jika dikomparasikan dengan periode terdahulu.

Menurutnya, hasil manis tersebut menjadi aset krusial yang wajib dirawat lewat konsistensi pelayanan serta penegakan hukum yang adil.

“Polri yang semakin dipercaya akan menjadi perekat persatuan, pengawal demokrasi, penjaga stabilitas ekonomi, sekaligus pelindung masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan," katanya.

Terkini