Inovasi Hear in Hijab Bawa Wardah Raih Penghargaan Cannes Lions

Kamis, 02 Juli 2026 | 03:24:02 WIB
Wardah Sabet Cannes Lion Lewat Alat Bantu Dengar Hear in Hijab [FOTO: NET].

JAKARTA – Penggunaan alat bantu dengar sering kali mendatangkan kendala tersendiri bagi sebagian perempuan yang mengenakan jilbab, lantaran letak mikrofon berisiko tertutup oleh helaian kain hijab sehingga tangkapan gelombang suara menjadi kurang maksimal. 

Berlandaskan pada problem nyata tersebut, terciptalah sebuah terobosan baru bertajuk Hear in Hijab, sebuah peranti bantu pendengaran yang didesain secara khusus bagi para pengguna hijab.

Penciptaan teknologi tersebut sukses mengantarkan Wardah menyabet penghargaan bergengsi Bronze Lion untuk kategori Brand Experience & Activation (Cultural Engagement) dalam ajang Cannes Lions International Festival of Creativity 2026, merujuk pada rilis pers resmi yang diterima Kompas.com pada Kamis (2/7/2026).

 Apresiasi ini mengundang perhatian publik karena pembaruan yang digagas tidak berpusat pada lini produk kosmetik, melainkan sebuah jalan keluar yang dirancang guna menyokong perempuan berhijab, khususnya kalangan lanjut usia yang dihadapkan pada gangguan fungsi pendengaran.

Bagaimana cara kerja Hear in Hijab?

Hear in Hijab diproduksi melalui kerja sama kolektif antara Wardah, Dentsu Creative Jakarta, Digital Nativ, serta melibatkan perempuan berhijab lansia dalam rangkaian riset serta pengujian pengalaman pengguna (user experience). 

Berbeda dengan sistem alat bantu dengar konvensional pada umumnya, terobosan ini memanfaatkan mikrofon eksternal berbentuk bros yang dipasangkan pada sisi luar kain hijab.

Peranti mikrofon tersebut berperan untuk menangkap suara dari keadaan di sekeliling, lalu meneruskannya lewat jaringan nirkabel menuju perangkat penerima (receiver) yang terpasang di telinga pengguna. 

Melalui metode ini, audio dapat ditangkap secara lebih jernih tanpa perlu merubah tata cara pemakaian jilbab ataupun mengusik kenyamanan selama beraktivitas sehari-hari. 

Formula pendekatan ini berakar dari hambatan riil para pengguna yang selama ini merasa kesulitan tatkala memakai alat bantu dengar biasa secara bersamaan dengan kain jilbab.

Dirancang dari pengalaman pengguna

Di dalam rilis pers tersebut, Group Head of New Brand Innovation ParagonCorp, Khikin Indahsari, memaparkan bahwa lahirnya inovasi ini dilandasi oleh prinsip kuat bahwa tiap wanita berhak memegang kualitas hidup yang lebih baik pada tiap fase kehidupannya.

"Wardah selalu percaya bahwa kecantikan adalah milik setiap perempuan, di setiap tahap kehidupannya. Kecantikan tidak dapat dipisahkan dari cara mereka menjalani kehidupan. Hijab merupakan ekspresi iman dan identitas yang erat kaitannya dengan rasa percaya diri, kemampuan untuk mendengar dengan jelas orang-orang yang mereka cintai, serta rasa hadir dan berdaya," ujar Khikin.

Dirinya pun mengimbuhkan, visi utama Wardah tidak cuma bertumpu pada komoditas produk semata, melainkan juga memboyong maslahat yang lebih luas untuk roda kehidupan kaum perempuan di Indonesia.

"Hear in Hijab merupakan wujud paling langsung dari misi tersebut," katanya.

Berangkat dari kebutuhan masyarakat

Chief Creative & Experience Officer Dentsu Creative Indonesia, Defri Dwipaputra, menuturkan bahwa kreasi baru tersebut tercipta dari sebuah kesadaran bahwa spektrum kebutuhan masyarakat di Indonesia sangatlah majemuk serta dipengaruhi secara kuat oleh nilai-nilai kebudayaan maupun pola hidup lokal.

"Indonesia adalah pasar dengan cara hidup yang sangat berlapis, dengan nilai spiritual yang kuat dan kebutuhan yang tidak bisa disederhanakan. Perempuan di Indonesia, khususnya, layak mendapatkan brand yang berani menghadapi kompleksitas tersebut secara jujur," ujar Defri.

Menurut pandangannya, kreasi inovasi dan teknologi idealnya bertransformasi menjadi sebuah instrumen guna mendatangkan dampak perubahan yang benar-benar membawa faedah bagi publik luas.

"Inovasi dan teknologi bagi kami adalah alat perubahan yang dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang dijangkau," katanya.

Dari Indonesia ke panggung dunia

Sebelum berhasil mengamankan piala di ajang internasional Cannes Lions 2026, proyek Hear in Hijab sudah lebih dahulu mendulang penghargaan Grand Prix of Medium dalam perhelatan Citra Pariwara 2025. 

Rangkaian pencapaian ini membuktikan bahwasanya inovasi yang dirajut dari problem mendasar pengguna di Indonesia sanggup memanen apresiasi tinggi hingga ke level mancanegara.

Melalui keterangan tertulisnya, Wardah menyebutkan pencapaian tersebut menjadi sebuah tonggak sejarah esensial yang memvalidasi bahwa resolusi berbasis rasa empati, penelaahan mendalam pada pengguna, serta pemahaman komprehensif terhadap lanskap budaya lokal mampu menuai decak kagum di panggung kreativitas global. 

Lewat kehadiran inovasi ini, atensi terhadap aspek aksesibilitas bagi perempuan berhijab yang mendapati gangguan pendengaran juga semakin memperoleh sorotan tajam sebagai bagian dari gerakan memunculkan solusi yang lebih inklusif bagi masyarakat luas.

Terkini