Rupiah Melemah ke Rp17.995 per Dolar AS pada Kamis 2 Juli 2026

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:24:31 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.995 Bersama Mata Uang Asia [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah dalam sesi perdagangan hari ini, Kamis (2/7/2026), diperkirakan tetap berada dalam kondisi tertekan seiring sikap mencermati (wait and see) dari para pelaku pasar menjelang peluncuran rentetan data ekonomi Amerika Serikat serta pidato para petinggi bank sentral AS, The Federal Reserve.

Mata uang rupiah pada transaksi perdagangan Rabu (1/7/2026) ditutup terdepresiasi menuju posisi Rp17.950 per dolar AS. Tren pelemahan ini pun melanda mayoritas mata uang di kawasan Asia akibat keperkasaan dolar AS.

Menukil data dari RTI Infokom, yuan China ditutup melemah 0,16%, dolar Hong Kong turun 0,01%, yen Jepang menyusut 0,07%, won Korea Selatan terkoreksi 0,19%, dolar Singapura terpangkas 0,21%, baht Thailand melemah 0,21%, dan dolar Taiwan terkoreksi 0,15%.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan bahwa tertekannya rupiah beserta mayoritas mata uang regional Asia dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih solid daripada estimasi, sehingga mendongkrak ekspektasi pasar atas arah kebijakan hawkish dari jajaran pejabat The Fed.

Dari sisi internal, menurut penuturannya, performa perdagangan internasional yang kurang memuaskan ikut menyumbang sentimen negatif untuk rupiah. Adanya penurunan nilai ekspor serta rapor defisit neraca perdagangan untuk pertama kalinya sejak April 2020 kian memperberat beban mata uang domestik.

Menatap jalannya pasar hari ini, Lukman memaparkan fokus perhatian investor bakal tertuju pada pemaparan pidato dari pejabat The Fed, Christopher Warsh, di samping perilisan data aktivitas sektor manufaktur AS (ISM Manufacturing). Para pelaku pasar juga senantiasa memantau jalannya dialog damai antara AS dan Iran yang tengah bergulir di Qatar.

Lebih lanjut, kalangan investor diestimasi cenderung membatasi eksposur mereka pada instrumen aset emerging market menjelang pengumuman data tenaga kerja AS, khususnya Nonfarm Payrolls (NFP), yang menjadi rujukan krusial untuk arah kebijakan moneter The Fed.

"Laju rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS," ujar Lukman.

Di sisi lain, pengamat pasar mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa mata uang rupiah masih berpeluang melanjutkan tren pelemahan dalam perdagangan hari ini pada koridor Rp17.950-Rp18.010 per dolar AS.

Berdasarkan analisis Ibrahim, stimulus utama yang membebani pergerakan rupiah berakar dari ketidakpastian seputar progres negosiasi perdamaian antara AS-Iran yang menjadikan premi risiko geopolitik bertahan tinggi di pasar, walau tingkat produksi minyak mentah AS sukses menyentuh rekor tertinggi dan memperkuat prospek suplai global.

Pada paruh lainnya, pelaku pasar pun tengah menantikan rilis serangkaian data ketenagakerjaan AS sebagai indikator arah kebijakan suku bunga The Fed. Laporan JOLTS memperlihatkan kuantitas lowongan pekerjaan meningkat menuju 7,594 juta pada Mei, berada di atas estimasi pasar yang sebesar 7,3 juta.

Adapun atensi penanam modal pada sesi perdagangan hari ini bakal bergeser ke arah laporan perubahan tenaga kerja versi ADP serta data Nonfarm Payrolls (NFP) yang direncanakan meluncur lebih awal akibat terpangkasnya pekan perdagangan AS menjelang hari libur nasional. 

Data dimaksud diestimasi akan menjadi pemicu utama yang mengarahkan pergerakan dolar AS maupun rupiah dalam jangka pendek.

Kurs Rupiah Ditutup Melemah

Nilai tukar rupiah ditutup terdepresiasi pada posisi Rp17.995 dalam penutupan perdagangan Kamis (2/7/2026). Rupiah terjerembap bersamaan dengan rupa-rupa mata uang di kawasan Asia lainnya.

Menilik data RTI Infokom, pergerakan mata uang Asia lainnya ditutup secara variatif. Yuan China terapresiasi 0,06%, dolar Hong Kong turun 0,01%, sedangkan yen Jepang menguat 0,84%. 

Lalu won Korea menanjak 0,69%, dolar Taiwan melemah 0,07%, dolar Singapura naik 0,20%, dan baht Thailand menguat 0,09%.

Pengamat pasar mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menguraikan bahwa stimulus global datang dari otoritas Qatar yang mengabarkan bahwa Iran bersama AS telah mengukir "kemajuan positif" dalam proses dialog tidak langsung yang berakhir pada hari Rabu, dengan fokus area Selat Hormuz.

Sejumlah sumber menyebutkan para negosiator dari AS dan Iran menghabiskan waktu dua hari di Doha guna merundingkan lalu lintas maritim pada Selat Hormuz serta pencairan dana pihak Iran. 

Kendati arus lalu lintas telah pulih sebagian, kedua negara sempat saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu pasca-insiden serangan Iran terhadap kapal kargo.

Di sudut lain, pasar saat ini memproyeksikan probabilitas kenaikan suku bunga di level 67% dalam pertemuan Fed bulan September mendatang, merujuk data CME FedWatch Tool. 

Menjadi instrumen aset yang tidak menawarkan imbal hasil, emas cenderung memiliki performa apik dalam iklim suku bunga yang rendah lantaran suku bunga rendah memperkecil biaya peluang untuk menggenggam logam mulia tersebut.

Menilik aspek data, Perubahan Ketenagakerjaan versi ADP memperlihatkan bahwa penggajian sektor swasta tumbuh sebesar 98.000 pada periode Juni, berada di bawah estimasi pasar yang sebesar 113.000 dan melorot dari penambahan 122.000 yang tercatat pada bulan Mei.

Indeks Manajer Pembelian Manufaktur ISM (PMI) menyusut menjadi 53,3 pada bulan Juni dari posisi 54,0 pada bulan Mei, tidak sesuai dengan ekspektasi pasar di level 54,0. 

Atensi pasar pada saat ini beralih pada peluncuran data Nonfarm Payrolls AS nanti malam, dengan ekspektasi bahwa perekonomian AS bakal mendongkrak angkatan kerjanya sejumlah 110.000, sementara Tingkat Pengangguran diproyeksikan bertahan konstan di level 4,3%.

Dari sudut domestik, tingkat kepercayaan para pelaku pasar terhadap Indonesia dipandang tengah menghadapi tantangan yang lumayan berat menyusul munculnya aneka sentimen.

Pergerakan Rupiah Berdasarkan Laporan Waktu

Pukul 14:02 WIB - Rupiah Melemah 0,29%: Nilai tukar rupiah terpantau merosot 52 poin atau mengalami penurunan 0,29% menuju posisi Rp17.985 per dolar AS pada jam 14.00 WIB.

Pukul 12:12 WIB - Rupiah Melemah ke Rp17.981 per Dolar AS: Bersandar pada data IDX Mobile, nilai tukar rupiah terpantau melemah 48 poin atau terdepresiasi 0,27% ke level Rp17.981 per dolar AS pada jam 12.06 WIB. Di koridor lain, indeks dolar AS terpantau menyusut 0,07% atau terpangkas 0,07 poin menuju posisi 101,32.

Pukul 09:33 WIB - Rupiah Dibuka Melemah: Berdasarkan rekaman data JX Mobile, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau melemah 36 poin atau terkoreksi 0,2% menuju level Rp17.969 per dolar AS pada jam 09.05 WIB.

Terkini