Jaga Stabilitas Harga, Emiten Bank Ramai-Ramai Aksi Buyback

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:22:31 WIB
Harga Saham Longsor, Sejumlah Emiten Perbankan Kompak Buyback [FOTO: NET].

JAKARTA - Sejumlah emiten dari sektor keuangan melancarkan aksi pembelian kembali atau buyback saham di tengah lesunya pergerakan harga. 

Teranyar, ada PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) yang merilis agendanya melangsungkan buyback dengan dana maksimal Rp200 miliar. Estimasi waktunya, aksi korporasi ini bakal digulirkan dalam rentang 1 Juli - 1 September 2026.

Manajemen Allo Bank memaparkan jika penyerapan kembali ini menjadi langkah penyeimbang untuk mengawal stabilitas nilai saham agar lebih merepresentasikan performa bank. 

Di samping itu, kebijakan ini dipilih sebagai jalan memelihara keselarasan antara situasi pasar dan fundamental perusahaan.

"Sekaligus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," tulis manajemen Allo Bank di keterbukaan informasi, Selasa (30/6/2026).

Sampai penutupan paruh pertama perdagangan hari ini, Kamis (2/7/2026), saham BBHI mendarat pada level harga Rp935. Angka tersebut menggambarkan penyusutan nilai saham hingga 37,25% sejak awal tahun (year-to-date/ytd).

Sebenarnya, aksi pembelian kembali saham ini telah lebih dahulu diaplikasikan oleh dua emiten big banks, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Anggaran yang disiapkan pun tergolong fantastis, menembus angka triliunan rupiah. 

Detailnya, BBCA melangsungkan buyback bermodal paling banyak Rp5 triliun untuk jangka waktu 12 Maret 2026 - 11 Maret 2027, sementara BMRI mengeksekusi buyback dengan dana sebesar-besarnya Rp1,17 triliun.

Akan tetapi, nilai jual keduanya sebenarnya masih tertahan di zona merah. Hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (2/7/2026), harga saham BBCA bertengger di level Rp5.820 alias menyusut 27,86% ytd, demikian pula saham BMRI yang menetap di angka Rp3.930 atau ambles 22,94% ytd.

Kendati demikian, setidaknya kedua bank jumbo tersebut telah mampu beranjak dari level terendahnya. Sekadar menyegarkan ingatan, pada tahun ini BBCA sempat merosot ke level harga termurah dalam lima tahun belakangan di angka Rp4.850 dan BMRI sempat terperosok ke nilai termurah dalam tiga tahun terakhir pada posisi Rp3.710 pada 8 Juni 2026 yang lalu.

Terkini