Operasional Haji 2026 Rampung, Kemenhaj Siapkan Rencana untuk 2027

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:47:31 WIB
Seluruh Jemaah Haji RI Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Evaluasi Total [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memaparkan bahwa seluruh jemaah haji asal Republik Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah kembali dan tiba di Tanah Air.

Kelompok terbang (kloter) pamungkas yang menapakkan kaki di tanah air ialah jemaah Debarkasi Ujung Pandang, yakni UPG 43 yang telah bersandar pada hari ini, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 16.30 WITA sehingga menandai selesainya seluruh rangkaian operasional haji pada tahun ini.

Dengan rasa haru, Irfan menuturkan dengan mendaratnya para jemaah haji asal Debarkasi Ujung Pandang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar tersebut menjadi sinyal selesainya segenap proses pemulangan jemaah haji asal RI yang telah bergulir semenjak pertengahan Juni lalu.

"Alhamdulillah, kloter Ujung Pandang 43 sudah mendarat, dan ini berarti bahwa pemulangan jemaah haji seluruh Indonesia sudah berjalan dengan baik sesuai dengan harapan kita," ungkap Irfan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Rabu (1/7/2026).

Ia mengutarakan kesuksesan penyelenggaraan operasional haji, mulai dari fase kedatangan calon jemaah di 16 embarkasi hingga pemulangan ke wilayah masing-masing tersebut sanggup diwujudkan lewat kerja sama dari segenap petugas di tanah air maupun Arab Saudi.

"Saya berterima kasih kepada semua pihak, kami mengapresiasi kepada semua pihak yang bekerja keras, bahu-membahu, membantu kami dalam melaksanakan penyelenggaraan haji tahun ini," katanya.

Irfan menjabarkan Kemenhaj yang untuk kali perdana mengoordinasi pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini tersebut berjalan sejalan dengan rencana. 

Proses kepulangan sanggup dilaksanakan dengan lancar, kendati dijumpai sejumlah kendala di lapangan, seperti cuaca ekstrem di Arab Saudi, tata kelola transportasi, sampai penanganan bagi jemaah lanjut usia serta rentan.

Bukan hanya itu, Irfan pun mengumumkan sederet kebijakan yang diinisiasi pihaknya dalam ikhtiar menyukseskan penyelenggaraan haji tahun ini. 

Di antaranya pembagian kuota berbasis antrean agar kian berkeadilan, pemangkasan ongkos haji sebesar Rp2 juta tanpa mengurangi mutu pelayanan, embarkasi tanpa asrama haji di Yogyakarta, serta petugas yang mengikuti diklat semi militer.

"Bahkan menurut pengakuan para jemaah haji, justru peningkatan layanan terasa meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Alhamdulillah ternyata respons dari jemaah luar biasa. Mereka sangat mengapresiasi kinerja para petugas haji kita di sana," bebernya.

Lebih lanjut, ia mengutarakan penyelenggaraan haji oleh jemaah asal RI dapat dirampungkan lebih awal, sehingga visa sanggup diterbitkan pada pertengahan Ramadan lalu. Kemenhaj pun memanfaatkan dua layanan syarikah serta mewajibkan keduanya demi membuka kantor perwakilan di Jakarta.

"Kita menggunakan dua layanan syarikah dan semua syarikah itu kita wajibkan untuk membuka kantor di Jakarta agar komunikasi lebih mudah dalam melaksanakan pelayanan," ujarnya.

Dengan selesainya rangkaian kepulangan jemaah haji menuju tanah air, Irfan mengutarakan pihaknya mengagendakan untuk melangsungkan evaluasi pada segenap tata kelola haji di akhir pekan ini.

 Langkah tersebut ditujukan demi merancang strategi pembenahan pada penyelenggaraan ibadah haji di tahun depan.

Ia memaparkan dengan jumlah fungsionaris di Kemenhaj yang masih minim, yakni cuma 50% dari keperluan yang sesungguhnya, segenap rangkaian operasional haji pada tahun ini sanggup dieksekusi dengan baik.

"Dengan demikian, maka operasional haji di seluruh Indonesia saya nyatakan selesai, dan kita akan segera dan sudah menyiapkan operasional haji untuk tahun 2027. Tim kita tidak pernah beristirahat karena selesai haji 2026, kita menyiapkan operasional untuk haji 2027," tuturnya.

Terkini