Saham BBCA, MORA & ASII Pimpin Penguatan IHSG di Pagi Ini

Rabu, 01 Juli 2026 | 00:14:31 WIB
Awal Semester II/2026, IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.677 [FOTO: NET].

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengawali sesi transaksi dengan bergerak menguat pada pembukaan perdagangan perdana semester kedua tahun 2026, Rabu (1/7/2026).

 Pergerakan menanjak indeks komposit ini disokong oleh laju positif barisan saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) sekelas BBCA, MORA, hingga ASII.

Menyitir data aplikasi IDX Mobile tepat pada pukul 09.01 WIB, IHSG mencatatkan apresiasi sebesar 0,61 persen atau bertambah 34,56 poin menuju posisi 5.677,75.

 Aktivitas bursa dibuka dengan melibatkan volume perputaran transaksi sebanyak 459,5 juta saham dengan akumulasi nilai mencapai Rp478,4 minal. Adapun total nilai kapitalisasi pasar pada saat ini bertengger di angka Rp9.962 triliun.

Pemicu menguatnya IHSG pada sesi pembukaan pagi ini dimotori oleh performa apik sejumlah saham berkapitalisasi jumbo. 

Di antaranya adalah BBCA yang merangkak naik 2,25 persen ke harga Rp5.675, BREN mendaki 1,94 persen menjadi Rp3.150, BBRI menguat 0,37 persen ke level Rp2.740, serta MORA yang melesat 2,90 persen menuju angka Rp7.100.

Berikutnya, saham TLKM terpantau dibuka naik 0,85 persen ke posisi Rp2.370, AMMN menguat 2,58 persen ke harga Rp3.180, ASII terangkat 0,66 persen menuju Rp4.550, DSSA melaju 3,77 persen menjadi Rp825, TPIA naik 1,52 persen ke Rp1.680, hingga saham BRPT yang mengawali hari dengan kenaikan 2,72 persen di level Rp1.320.

Secara akumulatif, pada pagi hari ini tercatat sebanyak 259 saham yang mendarat di zona hijau. Di sudut lain, ada 154 saham yang teridentifikasi mengalami pelemahan, sedangkan 546 saham lainnya terpantau jalan di tempat atau belum mengalami fluktuasi harga.

Sebagai catatan pembanding, IHSG sebelumnya menutup perjalanan di paruh pertama atau semester I 2026 dengan menorehkan koreksi dalam sedalam 34,74 persen atau terpangkas 3.003 poin menuju level 5.643,19. 

Guncangan ini juga dibarengi dengan aksi jual bersih (net sell) oleh pemodal internasional dengan akumulasi tahun berjalan mencapai Rp73,61 triliun.

Tim analis dari BRI Danareksa Sekuritas memaparkan analisisnya bahwa dalam perdagangan pembuka di paruh kedua tahun ini, posisi IHSG secara umum sebenarnya masih terjebak di dalam tren penurunan.

"Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dan diperkirakan cenderung kembali tertekan dengan support 5.560 dan resistance 5.735. Selama belum mampu kembali ke atas area resistance, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi," tulis analis, Rabu (1/7/2026).

Menakar indikator sentimen yang membayangi pergerakan bursa, para penanam modal pada hari ini bakal mencermati dengan saksama beberapa publikasi data makroekonomi domestik, seperti S&P Global Manufacturing PMI Indonesia, angka inflasi, serta capaian neraca perdagangan sebagai parameter fundamental ekonomi nasional.

"Dari eksternal, perhatian juga tertuju pada data ketenagakerjaan AS, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed," ujar analis.

Terkini