Tarif Rp1 HUT Jakarta, MRT Angkut 567 Ribu Penumpang

Rabu, 01 Juli 2026 | 19:30:31 WIB
HUT Ke-499 Jakarta: 567 Ribu Penumpang Manfaatkan Tarif Rp1 MRT [FOTO: NET].

JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) membukukan angka kisaran 567.633 pengguna jasa yang menggunakan moda transportasi tersebut dengan mengoptimalkan pemberlakuan tarif promo Rp1 dalam momentum perayaan HUT ke-499 DKI Jakarta pada tanggal 22, 27, dan 28 Juni 2026.

“Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota, yang telah memilih menggunakan transportasi publik untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta," kata Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Mega Tarigan di Jakarta, Rabu.

Merujuk pada detail data, pada pelaksanaan hari pertama, tercatat sedikitnya 202.861 pelanggan menumpangi MRT Jakarta, disusul 195.545 pelanggan di hari kedua, serta 169.227 pelanggan pada hari ketiga.

Mega menyampaikan bahwa tingginya ketertarikan warga tersebut menggambarkan adanya legitimasi kepercayaan publik terhadap operasional MRT Jakarta sekaligus jenis transportasi umum lainnya selaku opsi mobilitas yang aman, nyaman, dan tepercaya.

Mega memandang tingkat kepercayaan ini bertindak sebagai pemicu semangat bagi pihak MRT Jakarta untuk konsisten menaikkan mutu pelayanan sekaligus mengokohkan keterpaduan antarmoda demi mewujudkan sensasi berkendara yang kian maksimal bagi tiap-tiap pengguna.

“Sebagai Badan Usaha Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta, MRT Jakarta terus berkomitmen menghadirkan layanan berstandar internasional guna mendukung Jakarta sebagai Kota Global,” katanya.

Di samping tingginya kuantitas keterangkutan pelanggan (ridership), PT MRT Jakarta (Perseroda) pun mengompilasi rute perjalanan yang paling disukai atau titik stasiun keberangkatan dan kedatangan (origin—destination) pengguna, yakni Stasiun Blok M BCA serta Dukuh Atas BNI.

Kedua stasiun tersebut merupakan titik pemberhentian yang saling tersambung dengan jenis transportasi umum lainnya dan gedung-gedung di area sekitarnya.

Bukan cuma karena aspek keterpaduan, tingginya angka pergerakan di kedua stasiun itu juga ditopang oleh keterhubungan dengan angkutan pengumpan (feeder), pembukaan bermacam agenda pemenuhan gaya hidup, hingga pelbagai perhelatan (event).

Rute favorit itu membuktikan bahwa wilayah Dukuh Atas yang kini melesat menjadi sentra integrasi antarmoda bagi pergerakan menuju maupun dari arah Jakarta, serta wilayah Blok M yang bersalin rupa menjadi poros kegiatan masyarakat urban, bertransformasi menjadi lokasi yang kian digemari khalayak luas.

Terkini