BEI Targetkan 1.100 Perusahaan Melantai di Bursa pada 2030

Senin, 29 Juni 2026 | 20:27:01 WIB
Hingga 2030, BEI Bidik Lebih dari 1.100 Emiten Tercatat di Bursa [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik kuota korporasi yang melantai lewat skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sanggup melampaui 1.100 emiten sampai periode 2030.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memastikan bahwa target korporasi yang mencatatkan saham di bursa tidak bergeser.

 Hingga tahun 2030, emiten tercatat diorientasikan menyentuh 1.100 perusahaan. Sementara itu, rincian perolehan emiten baru pada tiap-tiap tahunnya bakal dipaparkan kemudian hari.

“Target IPO tadi kami sampaikan di atas 1.100 perusahaan di tahun 2030. Nanti kami akan sampaikan breakdown-nya tahun ke tahun, tapi untuk hari ini yang kami sampaikan adalah targetnya di atas 1.100 perusahaan tercatat,” ujar Jeffry saat ditemui wartawan di gedung BEI usai pelaksanaan RUPS Tahunan, Senin (29/6/2026).

Tatkala dimintai kepastian perihal apakah target itu turut menyertakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ia mengutarakan pihak BEI mengangankan makin melimpah emiten dari segenap sektor serta bermacam-macam lini bisnis yang dapat mengantongi pencatatan saham di pasar modal.

“Ya tentu kita harapkan dari semua sektor dan semua jenis perusahaan,” paparnya.

Saat ini, jumlah emiten yang secara sah tercatat di BEI menyentuh angka 957 perusahaan. Di lain sisi, didapati sebanyak enam korporasi lagi sedang mengantre dalam daftar pencatatan saham dan diagendakan bakal melantai di bursa pada periode awal Juli 2026 mendatang.

Penghimpunan Dana IPO di BEI Menyentuh Rp18,1 Triliun Sepanjang 2025

Akumulasi modal yang terkumpul via jalur IPO di BEI sudah menyentuh level Rp18,1 triliun sepanjang kurun waktu 2025. Nominal tersebut merangkak naik sebesar 26 persen bila dikomparasikan dengan periode tahun sebelumnya.

Jeffrey menjabarkan, sepanjang tahun lalu didapati sebanyak 26 korporasi yang mencatatkan sahamnya di Bursa berbekal akumulasi kapitalisasi pasar menyentuh Rp155,2 triliun tatkala melangsungkan IPO.

“Sepanjang tahun 2025, terdapat 26 perusahaan yang mencatatkan saham di bursa dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp 155,2 triliun pada saat IPO. Kehadiran beberapa perusahaan berkapitalisasi besar semakin memperkuat kedalaman serta kualitas pasar modal Indonesia,” ucapnya.

Menilik dari sudut perolehan modal, korporasi yang melangsungkan IPO sukses mengumpulkan dana berkisar Rp18,1 triliun atau menanjak 26 persen dibanding periode 2024. 

Sokongan paling masif bersumber dari sektor basic materials, diikuti kemudian oleh sektor financials serta infrastruktur.

Pencapaian tersebut memperlihatkan pergerakan pendanaan via pasar modal konsisten menyebar pada pelbagai sektor strategis dan tidak bertumpu terhadap satu sektor tertentu saja.

Di luar jalur IPO saham, BEI pun menjalankan tugasnya selaku wadah pembiayaan yang inklusif lewat pelbagai instrumen finansial lainnya. 

Sepanjang 2025, pengumpulan dana via efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) menyentuh level Rp217,4 triliun, sedangkan penghimpunan dana lewat hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dan waran berada di angka Rp43,7 triliun.

“Berbagai inisiatif tersebut kami hadirkan untuk meningkatkan kedalaman pasar, memperluas pilihan instrumen investasi, sekaligus meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas bagi seluruh pelaku pasar,” tukas Jeffry.

Terkini