Strategi Amar Bank Dorong Pertumbuhan Kinerja Tahun Ini

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:35:31 WIB
Genjot Ritel dan UMKM, AMAR Fokus pada Inovasi Teknologi [FOTO : NET].

JAKARTA — PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) memaparkan rencana strategis perusahaan dalam memacu peningkatan kinerja pada tahun ini. Pihak perseroan menjelaskan, strategi dipusatkan pada pembaruan teknologi demi mempercepat ekspansi segmen ritel dan UMKM, memicu pertumbuhan berbasis ekosistem lewat layanan embedded banking, serta melebarkan sayap dukungan pada sektor-sektor potensial layaknya industri kreatif.

Direktur Informasi Teknologi dan Operasional Amar Bank Kevin Kane mengutarakan, layanan digital perbankan dengan solusi embedded banking menjadi sarana penjaringan nasabah dalam menyokong rencana pertumbuhan bagi bank.

“Solusi embedded banking dengan mitra B2B telah mendatangkan hingga 10.000 nasabah baru dengan pengguna aktif sebesar 41,09%,” jelas Kevin dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu (20/6/2026).

Sampai dengan kuartal I/2026, lini ritel dan UMKM yang disokong oleh platform Tunaiku sukses menjaga tren positif. 

Pihak perseroan mencatat total penyaluran pembiayaan menembus angka di atas Rp19 triliun sejak 2014 dan merangkul lebih dari 500.000 pelaku UMKM di penjuru Indonesia.

Peningkatan eksponensial jumlah nasabah baru Amar Bank saat ini dipacu oleh taktik inovatif embedded banking lewat pola kemitraan business to business to consumer (B2B2C). Pola ini memberi ruang bagi platform digital pihak ketiga untuk berperan sebagai saluran distribusi langsung produk perbankan secara plug and play.

Untuk waktu mendatang, Kevin menyebutkan bahwa Amar Bank bakal terus melebarkan jangkauan layanan perbankan digital di sektor e-commerce, logistik, ride-hailing, fintech, hingga industri kreatif, menggunakan prasarana digital berbasis cloud dan AI.

Kinerja Kuartal I/2026

Hingga Maret 2026, Amar Bank mengantongi laba bersih senilai Rp71,11 milar, meningkat 5,37% secara tahunan (year on year/yoy) ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp67,49 miliar.

Dari aspek intermediasi, pembiayaan yang dikucurkan oleh perseroan menyentuh Rp4,16 triliun, melonjak 30,62% yoy dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp3,18 triliun. 

Laju ekspansi kredit yang kuat ini menjadi pendorong utama pertumbuhan Bank, memicu total aset merangkak naik 34,72% yoy menuju angka Rp6,93 triliun.

Dari aspek pengumpulan dana, pihak perseroan membukukan kenaikan sebesar 115,52% yoy menjadi Rp2,91 triliun. Pada kuartal I/2025, jumlah dana pihak ketiga (DPK) Amar Bank tercatat berada di level Rp1,35 triliun. 

Selaras dengan perkembangan itu, rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) mengalami perbaikan signifikan menuju 142,56%, dari angka sebelumnya 235,04% pada periode yang sama di tahun lalu.

Di aspek lain, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terpantau menyusut ke angka 0,86%, jauh berangsur membaik jika dikomparasikan dengan posisi Maret 2025 yang bertengger di level 1,48%.

Terkini