Tak Hanya untuk Kulit, Suplemen Kolagen Juga Berkhasiat bagi Otot

Kamis, 18 Juni 2026 | 00:11:31 WIB
Manfaat Suplemen Kolagen untuk Otot dan Kebugaran Tubuh, Simak Risetnya [FOTO : NET].

JAKARTA - Kolagen selama ini dikenal karena kemampuannya membuat kulit sehat bercahaya serta mempertebal rambut. Namun, rutin mengonsumsi suplemen ini ternyata memberi manfaat yang lebih luas daripada sekadar perawatan estetika. 

Terdapat sebuah riset terkini berjudul "Collagen Supplementation for Skin and Musculoskeletal Health: An Umbrella Review of Meta-Analyses on Elasticity, Hydration, and Structural Outcomes" yang terbit di jurnal Aesthetic Surgery Journal (2026).

Melansir Prevention, Kamis (18/6/2026), riset menunjukkan suplemen ini berpotensi besar mendukung kesehatan otot. Studi tersebut menganalisis 16 ulasan sistematis dan 113 uji coba terkontrol yang melibatkan hampir 8.000 peserta mengenai manfaat kolagen bagi tubuh.

Manfaat kolagen untuk otot dan tubuh 

Analisis tersebut mengungkap berbagai khasiat kolagen, mulai dari perbaikan elastisitas kulit hingga pengurangan gejala osteoartritis. 

Namun, temuan terkait kesehatan otot menjadi yang paling signifikan. Kolagen dikaitkan dengan peningkatan massa otot tanpa lemak dan kekuatan tubuh, serta perbaikan struktur otot jika dibarengi dengan olahraga teratur. Kesehatan otot kini bukan hanya soal seberapa berat beban yang mampu diangkat.

"Kesehatan otot punya peran sangat besar untuk kebugaran tubuh secara keseluruhan dan umur panjang. Fungsi ini menopang kelancaran metabolisme, tulang, jantung, serta pergerakan umum," kata spesialis klinis terapi fisik ortopedi bersertifikat dan pemilik ActiveCare Physical Therapy, Karena Wu, D.P.T.

Menurutnya, otot yang kuat memudahkan aktivitas harian dan olahraga dengan risiko cedera minim, sekaligus menjaga metabolisme seiring bertambahnya usia. Kemunduran otot ini bahkan bisa terjadi lebih awal dari perkiraan. 

"Sarkopenia, atau hilangnya massa otot, bisa terjadi sejak usia 30 tahun," ujar Wu. Meskipun otot bisa dibentuk melalui diet makanan kaya kolagen, bagi individu yang kurang asupan protein, suplemen kolagen dapat memberikan dorongan tambahan.

Selain memperkuat otot, Wu menambahkan bahwa pasiennya yang mengonsumsi kolagen untuk kesehatan sendi saat masa rehabilitasi turut melaporkan perubahan positif.

 "Sejumlah riset terbaru turut memperlihatkan bahwa kolagen berpotensi mendukung proses penyembuhan luka, kesehatan tendon, serta kepadatan tulang," tambah juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Melissa Prest, D.C.N., R.D.N.

Memaksimalkan penggunaan suplemen kolagen 

Walaupun bermanfaat untuk tulang dan otot, sains mengenai hal ini masih berkembang dan membutuhkan riset lanjutan. Oleh karena itu, kolagen sebaiknya tidak dijadikan jalan pintas untuk menyembuhkan segala penyakit.

 "Kami sebaiknya memandang kolagen sebagai nutrisi pendukung gaya hidup sehat semata, bukan pil ajaib penyembuh segalanya," ucap Prest.

Lebih lanjut, jika tujuan utamanya adalah membangun kekuatan otot, mengandalkan suplemen saja tidak akan memberikan hasil yang diinginkan.

 "Dampak terbaiknya pada otot paling kelihatan saat asupan kolagen digabung dengan olahraga angkat beban. Jadi, rajin minum suplemen tapi malas bergerak aktif hampir mustahil memberi hasil signifikan," jelas Prest.

Kunci utama penuaan yang sehat tetap berada pada pola makan bergizi, olahraga rutin, tidur berkualitas, dan penanganan medis yang tepat. Perlu dicatat bahwa suplemen ini mungkin tidak cocok untuk semua orang.

 "Suplemen kolagen umumnya sangat aman dikonsumsi, dengan keluhan sistem pencernaan skala ringan jadi efek samping yang paling sering dilaporkan," terang Prest.

Bagi individu yang alergi terhadap sumber hewani seperti ikan, sapi, atau babi, hindari produk tersebut. Pastikan juga berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen jika memiliki riwayat penyakit ginjal atau sedang hamil. Lakukan riset karena kualitas dan komposisi bisa berbeda pada tiap merek.

 "Asupannya bisa menjadi satu alat tambahan untuk mendukung proses penuaan yang sehat asalkan digabung dengan gaya hidup aktif," tutur Prest.

Terkini