Wamen Fauzan Dorong Kolaborasi Demi Transformasi Pendidikan Tinggi

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:52:31 WIB
Perkuat Transformasi Pendidikan Tinggi, Wamen Fauzan Dorong Konsorsium [FOTO : NET].

Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong penguatan kolaborasi multipihak guna mewujudkan transformasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Melalui keterangan di Jakarta, Kamis, Fauzan menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi hanya akan tercapai melalui perubahan pola kerja yang kolaboratif dan terstruktur.

"Supaya bisa bersinar maka harus berubah. Bangsa ini sudah lama menjalankan pendidikan dengan cara yang biasa-biasa saja, padahal harus ada value yang bisa kami jual," katanya.

Fauzan mengapresiasi inisiatif berbagai perguruan tinggi dalam membentuk konsorsium, salah satunya adalah Konsorsium Pendidikan Bali.

Baca juga: Wamendiktisaintek: Kampus harus berdampak bagi pembangunan daerah

Ia menilai konsorsium tersebut berfungsi sebagai wadah kolaborasi strategis antar-kampus di Bali untuk mengintegrasikan Tridarma Perguruan Tinggi dalam pembangunan daerah, mengembangkan model solusi berbasis bukti (evidence-based solution), mendorong mentoring antar-perguruan tinggi, serta memperkuat implementasi kolaborasi pentahelix.

"Pentingnya konsorsium ini adalah melahirkan value yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melalui pemerintah daerah. Karena itu kehadiran perguruan tinggi di manapun berada harus mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah," ujar Fauzan.

Wamendiktisaintek juga menekankan bahwa perguruan tinggi tidak dapat lagi bergerak sendiri dalam menghadapi tantangan pembangunan.

"Selama ini perguruan tinggi memiliki komoditas riset yang luar biasa, tetapi masih berjalan sendiri-sendiri. Padahal jika dilakukan bersama-sama, akan memberikan radius dampak yang jauh lebih luas," ucap Fauzan.

Baca juga: Wamendiktisaintek ajak perguruan tinggi minimalisir konflik internal

Fauzan juga mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat kerja sama melalui model konsorsium tematik serupa dengan Konsorsium Pendidikan Bali.

Kolaborasi ini diharapkan dapat segera diimplementasikan melalui program nyata, seperti riset kolaboratif lintas kampus, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik berbasis isu daerah, penguatan hilirisasi inovasi, serta program mentoring antarkampus.

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (UPG) I Wayan Lasmawan menyampaikan bahwa masih terdapat fragmentasi antar-kampus yang menyebabkan kontribusi pendidikan tinggi belum optimal dalam menangani persoalan daerah, khususnya di sektor pendidikan.

"Saya berharap melalui konsorsium ini akan terbangun kolaborasi tanpa batas. Harapannya, konsorsium ini nantinya memberikan warna dan memperindah lanskap pendidikan di Indonesia melalui pemecahan masalah tanpa batas. Mari kami mulai bekerja nyata dalam kebersamaan yang terus bertumbuh." kata I Wayan Lasmawan.

Terkini