Hingga Mei 2026, KAI Sukses Angkut 24,37 Juta Penumpang

Rabu, 17 Juni 2026 | 22:41:31 WIB
KAI Catat Pertumbuhan Penumpang 9,9 Persen Sepanjang Januari-Mei [FOTO : NET].

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) membukukan catatan bahwa layanan kereta api jarak jauh dan lokal telah melayani sebanyak 24.372.733 penumpang di sepanjang rentang Januari–Mei 2026 guna menopang kemudahan aksesibilitas masyarakat di wilayah Jawa dan Sumatra.

"Jumlah tersebut naik 9,9 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 22.168.570 pelanggan," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Ia mengutarakan bahwa grafik pertumbuhan tersebut merepresentasikan kian kokohnya andil moda transportasi kereta api dalam merajut hubungan antardaerah. 

Kereta api menjelma sebagai opsi utama untuk mobilisasi kerja, urusan pendidikan, keperluan keluarga, aktivitas wisata, akses layanan kesehatan, hingga kegiatan usaha yang menjangkau bermacam kota di Pulau Jawa dan Sumatra.

Ia menyebutkan, eskalasi jumlah pelanggan yang bergulir di seluruh wilayah Daop dan Divre mengindikasikan bahwa konektivitas kereta api berjalan semakin selaras dengan keperluan masyarakat.

“KAI melihat kebutuhan perjalanan masyarakat terus tumbuh di banyak daerah. Kereta api menghubungkan pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan ekonomi, kota pendidikan, destinasi wisata, layanan publik, sampai perjalanan keluarga,” ujar Anne.

Ditinjau berdasarkan rupa fasilitas layanan, KA Jarak Jauh Komersial bertindak selaku penyumbang paling masif berbekal torehan 15.605.465 pelanggan, atau merangkak naik sebesar 10,7 persen disandingkan dengan periode Januari–Mei 2025.

 Di lain sisi, KA Jarak Jauh PSO mengawal 4.951.267 pelanggan atau tumbuh di angka 5,1 persen, KA Lokal PSO memfasilitasi 2.930.898 pelanggan atau terkerek 13,0 persen, serta KA Lokal Komersial melayani sebanyak 885.103 pelanggan atau meningkat hingga 15,1 persen.

Menilik dari bagian kelas pelayanan, KA Eksekutif sukses mengakomodasi 6.128.848 pelanggan atau melonjak sebesar 19,1 persen ketimbang kurun waktu yang sama di musim lalu. 

KA Ekonomi mengangkut sebanyak 14.173.952 pelanggan atau merangkak naik 7,5 persen, sementara itu untuk sektor KA Lokal Ekonomi melayani 3.643.146 pelanggan atau meningkat di level 13,9 persen.

“Komposisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan pelanggan sangat beragam. Ada pelanggan yang membutuhkan perjalanan jarak jauh, ada pula yang mengandalkan KA Lokal untuk aktivitas harian dan perjalanan antarkota yang lebih dekat,” kata Anne.

Tren peningkatan pelanggan pun tercatat bergulir merata di segenap wilayah operasional. Untuk kawasan Pulau Jawa, Daop 1 Jakarta melayani sebanyak 4.908.052 pelanggan, Daop 2 Bandung mengangkut 2.246.868 pelanggan, Daop 3 Cirebon menampung 884.118 pelanggan, Daop 4 Semarang mengawal 2.933.516 pelanggan, Daop 5 Purwokerto mengakomodasi 2.004.147 pelanggan, Daop 6 Yogyakarta melayani 3.178.503 pelanggan, Daop 7 Madiun mencatat 1.084.718 pelanggan, Daop 8 Surabaya mengantongi 2.576.727 pelanggan, serta Daop 9 Jember mengakomodasi 1.420.355 pelanggan.

Sedangkan di area Sumatra, Divre I Sumatera Utara mengawal 1.155.256 pelanggan, Divre II Sumatera Barat mengakomodasi 915.603 pelanggan, Divre III Palembang melayani 500.303 pelanggan, serta Divre IV Tanjungkarang menampung 564.567 pelanggan di sepanjang kurun Januari–Mei 2026.

Rapor pertumbuhan paling tinggi dibukukan oleh pihak Divre IV Tanjungkarang dengan persentase mencapai 17,7 persen, yang kemudian diikuti oleh Divre II Sumatera Barat di angka 14,2 persen serta Divre III Palembang sebesar 12,7 persen.

Merujuk pada penilaian Anne, dinamika pertumbuhan di wilayah Sumatra menjelma sebagai bagian krusial dari strategi penguatan konektivitas wilayah. 

Keberadaan kereta api membantu mobilitas warga guna menjangkau kawasan pusat kota, sarana layanan publik, pusat pendidikan, destinasi wisata, hingga simpul transportasi lainnya secara lebih terjadwal.

“Di Sumatra, kereta api memiliki karakter layanan yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat daerah. Pertumbuhan pelanggan di Divre menunjukkan bahwa layanan ini terus relevan sebagai penghubung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Anne.

Tingginya intensitas keperluan perjalanan antardaerah pun tecermin dari rupa-rupa armada KA Jarak Jauh Komersial yang mencatatkan volume padat. KA Jayakarta membukukan total 305.542 pelanggan lewat perincian KA 251 sejumlah 153.251 pelanggan dan KA 252 sebanyak 152.291 pelanggan.

KA Kertajaya merekam angka 283.888 pelanggan melalui operasional KA 254 sebanyak 143.807 pelanggan serta KA 253 sejumlah 140.081 pelanggan.

Di samping itu, KA Logawa tercatat melayani sebanyak 139.440 pelanggan, KA Ambarawa Ekspres menampung 136.681 pelanggan, KA Malabar memfasilitasi 134.370 pelanggan, dan KA Ranggajati mengangkut 132.259 pelanggan sepanjang durasi Januari–Mei 2026. 

Deretan fasilitas layanan tersebut memperlihatkan andil besar kereta api dalam merangkai banyak kota yang mengantongi karakter perjalanan berbeda-beda.

Ditinjau dari aspek optimalisasi kapasitas, sejumlah armada KA pun menorehkan angka keterisian tempat duduk atau okupansi yang tinggi, seperti KA Blambangan, Jayabaya, Wijayakusuma, Malabar, serta Pandalungan. 

Capaian okupansi yang melewati angka 100 persen mengindikasikan jika kursi dapat dipergunakan secara bergantian oleh para penumpang pada relasi stasiun yang berbeda di dalam satu rangkaian perjalanan, sehingga faedah dari layanan ini sanggup menjangkau kian banyak lapisan masyarakat di sepanjang jalur lintasan.

Rapor kinerja yang positif ini terus berlanjut pada periode Mei 2026. Di bulan tersebut, armada KA Jarak Jauh serta KA Lokal yang berada di bawah pengelolaan pihak KAI sukses melayani sebanyak 5.154.293 pelanggan, atau merangkak naik sebesar 15,6 persen dikomparasikan dengan bulan Mei 2025 yang menampung 4.458.901 pelanggan. 

Rata-rata perolehan volume pelanggan pada Mei 2026 menyentuh angka 166.268 pelanggan per hari, dengan catatan rata-rata pengguna KA Jarak Jauh berkisar 139.485 pelanggan setiap harinya.

Anne mengimbuhkan, eskalasi jumlah pelanggan ini menjelma sebagai pemacu motivasi bagi pihak KAI untuk senantiasa mengawal mutu kualitas layanan. KAI memperkokoh aspek kesiapan operasional perjalanan lewat parameter keselamatan, keandalan armada sarana, kebersihan area stasiun maupun gerbong kereta api, hingga kemudahan proses reservasi tiket mendayagunakan platform Access by KAI.

Terkini