Kisah Motivator AS Tony Robbins Menangis Haru karena Program MBG

Minggu, 14 Juni 2026 | 14:35:01 WIB
Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan [FOTO : NET].

JAKARTA - Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan mengungkapkan momen pengusaha sekaligus motivator Amerika Serikat (AS), Tony Robbins menangis saat mendengar alasan Presiden Prabowo Subianto begitu cepat melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 Dirgayuza menceritakan, kejadian itu terjadi pada suatu malam yang sangat dingin di Washington DC, AS, pada Februari 2026 lalu.

"Setelah mendapat WA dari Agung, sekretaris pribadi Presiden, aku berjalan cepat sambil membenamkan tangan ke dalam saku mantel aku menuju sebuah kafe kecil 15 menit dari hotel," ujar Dirgayuza kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2026).

Dalam kafe kecil tersebut, Dirgayuza menjadi saksi pertemuan pertama Prabowo dengan Tony Robbins. Tony diketahui terbang khusus dari Florida ke Washington DC hanya untuk bertemu Prabowo. Tony, kata Dirgayuza, ingin mendengar langsung dari Prabowo tentang program MBG di Indonesia. 

Sebagai informasi, Tony merupakan sosok di balik 500 Billion Meals Challenge, salah satu gerakan filantropi pangan terbesar. Bagi Tony, isu kelaparan bukan sekadar isu kebijakan. Kelaparan dan memberantas kelaparan adalah bagian utama dari hidupnya.

"Bertahun-tahun lalu, ketika masih kecil, keluarganya hidup dalam kesulitan. Pada suatu Hari Thanksgiving, keluarganya bahkan tidak memiliki cukup untuk miliki makan malam. Lalu di tengah malam, ada seorang asing mengetuk pintu rumah mereka. Orang itu datang membawa makanan. Bagi Tony kecil, peristiwa itu mengubah hidupnya," jelasnya.

"Ia menyadari bahwa kebaikan seseorang dapat menyelamatkan martabat dan harapan keluarga lain. Sejak saat itu, ia berjanji bahwa suatu hari nanti, jika diberi kemampuan, ia akan melakukan hal yang sama. Janji itu kemudian berkembang menjadi gerakan yang luar biasa," sambung Dirgayuza.

Kembali ke pertemuan Prabowo dan Tony, Dirgayuza menyebut Tony sempat bertanya, "kenapa anda melakukan ini, dalam skala sebesar ini, dengan kecepatan seperti ini?"

Menurut Dirgayuza, Prabowo terdiam beberapa saat ketika mendengar pertanyaan Tony. Lalu, Prabowo menjawab bahwa dirinya tidak ingin anak kecil di Indonesia kelaparan. Dirgayuza menyampaikan, Prabowo merasa zalim kepada anak-anak jika tidak melaksanakan program MBG secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya.

“Lebih dari 100 negara sudah menjalankan program makan sekolah. Amerika menjalankannya. Negara-negara maju menjalankannya. India pun bisa jalankan. Indonesia juga harus bisa," kata Dirgayuza menirukan jawaban Prabowo kepada Tony.

Tony Robbins Menangis

Setelah itu, Dirgayuza menyaksikan Tony Robbins menangis. Dia menyebut orang-orang yang hadir dalam pertemuan itu turut menangis. Dirgayuza meyakini air mata Tony jatuh karena ia merasakan sesuatu yang sangat ia pahami, di mana Tony pernah berada di posisi anak kecil yang kelaparan itu.

 Ia menduga Tony menangis karena melihat seorang pemimpin yang berbicara tentang anak-anak lapar bukan sebagai data, melainkan sebagai amanah. 

Malam itu, Tony berjanji akan datang ke Indonesia dengan biaya sendiri tanpa bantuan pemerintah RI. Tony ingin menyaksikan sendiri bagaimana program MBG dengan scale up tercepat di dunia itu dijalankan.

Pada awal Juni 2026, Tony Robbins benar-benar datang ke Indonesia. Tony mengunjungi dapur SPPG, dan bahkan makan bersama Prabowo dan para siswa di SMPN 111 Jakarta. Tidak hanya itu, pada keesokan harinya, Tony berdiri di hadapan sekitar 12.000 penggerak MBG di Sentul, Bogor.

"Saat melihat itu semua, saya teringat kembali dinginnya malam Washington DC bulan Februari lalu. Sebuah percakapan yang akhirnya berubah menjadi tindakan nyata. 

Ketika saya mengenang malam dingin yang hangat itu di Washington DC, yang paling saya ingat bukanlah nama besar Tony Robbins. Yang saya ingat justru adalah air mata seorang Tony yang pernah menjadi anak kecil yang lapar," papar Dirgayuza.

Dirgayuza mengatakan, anak kecil yang dulu kelaparan itu kini telah tumbuh menjadi salah satu pembicara paling terkenal di dunia. Meski kini sudah terkenal, Tony tidak pernah melupakan malam ketika keluarganya tidak mampu menyediakan makan malam Thanksgiving.

"Mungkin karena itulah ia menghabiskan hidupnya memberi makan orang lain. Dan mungkin karena itulah kalimat yang paling sering ia ucapkan terasa begitu kuat. The secret to living is caring. Rahasia hidup adalah peduli," imbuh Dirgayuza.

Terkini