Program Bakti BCA Dorong Desa Wisata Patakbanteng Naik Kelas

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:13:31 WIB
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) [FOTO : NET].

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) lewat payung Program Bakti BCA ikut serta mengoptimalkan stimulus ekonomi di Desa Wisata Patakbanteng yang terletak di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

VP Corporate Social Responsibility BCA Nona Faletta mengemukakan bahwa kehadiran pendampingan Bakti BCA di wilayah Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, saat ini masih dalam fase awal pemetaan program.

"Bakti BCA hadir di Desa Patakbanteng relatif baru. Kami sedang dalam tahap menyelesaikan rancangan program," ujar Nona, Kamis (10/06/2026).

Proses pematangan desa wisata ini setidaknya memiliki tiga tahapan utama. Tahap mula difokuskan pada penyusunan kerangka desain program yang berbasis pada eksplorasi potensi serta peluang ekonomi yang berhasil divalidasi oleh warga setempat.

"Menggali gap potensi dan kompetensi yang masih ada. Nanti kami akan isi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia seperti apa yang akan cocok," kata dia.

Selanjutnya, fase kedua bertindak sebagai enabler yang akan menitikberatkan pada penguatan sektor kelembagaan serta mutu sumber daya manusia (SDM) di area desa wisata tersebut. Durasi tahap ini diproyeksikan bakal bergulir selama satu tahun penuh.

Sementara untuk fase ketiga, arah kebijakan akan ditujukan pada perluasan penetrasi pasar serta promosi intensif Desa Wisata Patakbanteng kepada publik yang lebih luas.

"Mungkin masih banyak tempat-tempat lain yang belum mengetahui bahwa Patakbanteng bisa menjadi salah satu alternatif solusi untuk mereka bisa berwisata. Atau mungkin belajar sesuatu tentang nilai-nilai kehidupan yang ada di masyarakat," kata Nona.

Pihak BCA juga memberikan jaminan bahwa program yang dieksekusi memiliki sifat berkelanjutan serta mampu memberikan stimulus finansial jangka panjang bagi masyarakat desa.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn berpandangan, Desa Patakbanteng menyimpan aset berharga untuk maju sebagai destinasi pelesiran yang mengakar pada basis komunitas.

“Oleh karena itu, kami senantiasa mendorong setiap Desa Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik uniknya. Melalui strategi pendampingan menyeluruh, mulai dari pembinaan, peningkatan kapasitas SDM, hingga perluasan akses pasar, kami ingin memastikan seluruh desa binaan dapat naik kelas menjadi komunitas yang unggul dan berdaya,” kata Hera.

Bukan sekadar pendampingan secara reguler, Patakbanteng diposisikan sebagai salah satu titik destinasi dari realisasi program Genera-Z Berbakti 2026.

Agenda ini merupakan sebuah call for proposal yang diperuntukkan bagi kelompok mahasiswa guna merealisasikan pengabdian masyarakat di lingkungan desa binaan Bakti BCA.

Tepat pada Juli 2026, salah satu kelompok pemenang dalam kompetisi tersebut dijadwalkan melangsungkan aktivitas live in sekaligus mengaplikasikan inovasi sosial rancangan mereka di Desa Patakbanteng.

Di sisi lain, Kepala Desa Wisata Desa Patakbanteng, Solikin, menceritakan bahwa wilayahnya sempat didelegasikan mewakili Kabupaten Wonosobo pada kompetisi desa wisata tahun 2024 dan berhasil menyabet peringkat pertama untuk kategori resiliensi.

"Kategori resiliensi itu berkaitan dengan teman-teman yang menjadi pengelola (tempat wisata) itu semua sudah bersertifikat rescue dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dari situ dilihat nilai ekonomi dengan kegiatan pariwisata itu memang sudah sangat membantu," ujarnya.

Berdasarkan penuturan Solikin, ranah pariwisata terbukti nyata melahirkan ceruk ekonomi yang tergolong masif bagi warga setempat.

Di samping sektor wisatanya, Patakbanteng juga tersohor sebagai basis penghasil komoditas pertanian kentang serta tanaman herbal purwaceng. 

Wilayah ini pun memiliki basis industri rumahan yang memproduksi olahan pangan khas berupa manisan carica serta keripik kentang.

Kendati demikian, Solikin memberikan catatan bahwa animo generasi muda terhadap sektor agraria saat ini terbilang minim.

Oleh sebab itu, pihaknya tengah mematangkan konsep agrowisata demi mengedukasi sektor pertanian kepada pelancong sekaligus menumbuhkan kembali minat dari kalangan generasi muda.

"Karena petani itu kebutuhan pokok di negara kami. Jadi, kami ingin mengembangkan agrowisata. Bagaimana caranya agar tamu-tamu yang datang ke Patakbanteng itu bisa belajar menanam, melihat proses panen secara langsung dengan pemandangan alam yang seperti ini," ujar Solikin.

Terkini