Wamenlu: Tawaran Prabowo Jadi Mediator AS-Iran Masih Berlaku

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:25:01 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir [FOTO : NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Nasir menyatakan bahwa tawaran dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk bertindak sebagai mediator dalam konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tetap berlaku sampai sekarang.

"Tawaran itu selalu ada," ujar Arrmanatha di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Arrmanatha menjelaskan, Prabowo senantiasa menyebutkan bahwa ia bersedia menjadi pihak ketiga untuk menjembatani pihak-pihak yang sedang berselisih.

"Dan tentunya ini kan membutuhkan kesepakatan dari semua pihak. Dan ini adalah niat baik dari Bapak Presiden Prabowo, di mana beliau selalu mengatakan siap untuk menjadi good offices ya dalam mendukung penyelesaian dari konflik ini," kata Tata, sapaan akrab Arrmanatha.

Tata menuturkan, Indonesia senantiasa mendorong agar Iran serta AS bersedia kembali ke meja perundingan guna melaksanakan gencatan senjata.

Pasalnya, apabila pertempuran tersebut terus berlangsung, situasi tersebut bakal membawa dampak buruk bagi negara-negara di seluruh dunia.

"Bila perang ini berlanjut, tidak saja berdampak negatif dan merugikan masyarakat di negara-negara yang sedang berkonflik, baik itu di Amerika maupun di Iran, tapi juga di negara-negara di seluruh dunia termasuk di Indonesia," jelasnya.

"Oleh karena itu kami sebenarnya menyayangkan bahwa kembali terjadi kontak senjata ya antara para pihak yang berkonflik, dan kami kembali lagi menyerukan agar segera kembali melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan," imbuhnya.

Niatan Prabowo jadi mediator AS vs Iran

Pada Februari 2026 yang lalu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah mengumumkan kesiapannya untuk bertindak sebagai mediator antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pengumuman resmi tersebut dirilis setelah terjadinya serangan udara gabungan yang dilakukan oleh militer AS dan Israel ke beberapa wilayah di Iran.

Lewat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Indonesia mendesak semua pihak agar lebih mengutamakan jalan diplomasi.

"Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi," demikian pernyataan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri di X.

"Pemerintah Indonesia menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna memulihkan kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia siap untuk melakukan perjalanan ke Teheran untuk melaksanakan mediasi," tambah pernyataan itu.

Terkini