PBB Akui Dua Inovasi Digitalisasi Pendidikan Indonesia di WSIS 2026

Kamis, 11 Juni 2026 | 18:34:31 WIB
inisiatif digital Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty [FOTO : NET]

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan bahwa inisiatif digital Rumah Pendidikan serta kompetisi Anugerah Bug Bounty berhasil terpilih sebagai Champion Project pada ajang penghargaan global World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa penghargaan yang digelar oleh International Telecommunication Union (ITU), badan telekomunikasi dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut, merupakan wujud pengakuan internasional tertinggi bagi inovasi yang memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan global.

“Pengakuan ini membuktikan transformasi digital pendidikan Indonesia bukan sekadar agenda teknologi, melainkan komitmen negara untuk memastikan setiap murid, di mana pun mereka berada, mendapatkan pendidikan berkualitas," ujar Mendikdasmen Mu'ti di Jakarta, Kamis (10/06/2026).

Ia memaparkan bahwa pencapaian tersebut memposisikan Indonesia sebagai pelopor dalam penyusunan Infrastruktur Digital Publik (Digital Public Infrastructure) yang aman, inklusif, sekaligus berskala besar.

Rumah Pendidikan, sambungnya, merupakan superaplikasi pendidikan nasional milik Indonesia yang menyatukan beraneka ragam layanan ke dalam sebuah ekosistem digital yang saling terintegrasi.

Sementara itu, Anugerah Bug Bounty (Ethical Hacking Competition) ialah program keamanan siber berbasis pelaporan celah keamanan yang memacu keterlibatan publik untuk mengawal ekosistem digital pendidikan.

Kedua terobosan pendidikan tersebut, menurut Mu'ti, menjadi bagian dari program Digitalisasi Pembelajaran, yakni salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden yang digulirkan Kemendikdasmen demi mewujudkan ruang kelas yang lebih dinamis, interaktif, serta merata bagi semua murid di Indonesia.

Ia mengimbuhkan bahwa program ini digagas bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan sebagai jawaban strategis terhadap problem pendidikan yang konkret: mulai dari rendahnya capaian literasi hingga hilangnya kemampuan belajar (learning loss) imbas pandemi.

Komitmen tersebut dipertegas lewat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang menitikberatkan pada revitalisasi satuan pendidikan, pendirian sekolah unggul, serta penerapan digitalisasi pembelajaran secara komprehensif.

Penghargaan tersebut didapatkan usai melewati tahapan seleksi yang amat ketat di kancah internasional.

Dari keseluruhan 1.596 proyek yang mendaftar dari bermacam negara di dunia, ia mengungkapkan hanya ada 360 nominasi terbaik yang berhasil lolos guna mewakili 18 kategori WSIS Action Lines. Tahapan pemungutan suara secara daring (public voting) pun tercatat sukses menghimpun sebanyak 2,2 juta suara.

Terkini