Angkutan Kereta Api Sumsel Catat 77 Ribu Penumpang Lebaran 2026, Minat Masyarakat Terus Meningkat

Rabu, 01 April 2026 | 09:10:32 WIB
Angkutan Kereta Api Sumsel Catat 77 Ribu Penumpang Lebaran 2026, Minat Masyarakat Terus Meningkat

JAKARTA - Momentum arus mudik dan balik Lebaran 2026 menghadirkan cerita baru dalam dunia transportasi rel di Sumatera Selatan. Angka pergerakan penumpang yang meningkat menunjukkan perubahan preferensi masyarakat terhadap moda transportasi yang efisien dan ramah lingkungan.

Selama periode Posko Angkutan Lebaran 1447 Hijriah yang berlangsung dari 11 Maret hingga 30 Maret 2026, tercatat puluhan ribu penumpang memanfaatkan layanan kereta api. Data ini menjadi indikator penting meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan transportasi berbasis rel.

Jumlah total penumpang yang dilayani mencapai 77.500 orang sepanjang periode tersebut. Angka ini mengalami peningkatan sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 75.275 penumpang.

Rata-rata jumlah penumpang harian selama periode tersebut mencapai 3.875 orang. Hal ini menunjukkan stabilitas penggunaan layanan kereta api selama masa libur panjang Lebaran.

Peningkatan Minat dan Kapasitas Angkutan

Kenaikan jumlah penumpang tidak terjadi secara kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Salah satunya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, harga tiket yang relatif terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Kombinasi antara kenyamanan dan efisiensi biaya menjadikan kereta api sebagai pilihan utama.

Upaya peningkatan kapasitas juga dilakukan dengan menambah rangkaian kereta pada layanan tertentu. Langkah ini bertujuan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang selama periode Lebaran.

Penambahan dilakukan pada dua layanan utama yakni KA Bukit Serelo dan KA Sindang Marga. Kedua layanan ini melayani relasi Kertapati–Lubuklinggau pulang-pergi.

Pada masa angkutan Lebaran 2026, dilakukan penambahan satu kereta ekonomi pada KA Bukit Serelo. Selain itu, satu kereta eksekutif juga ditambahkan pada KA Sindang Marga.

Langkah tersebut membuat kapasitas angkut penumpang menjadi lebih optimal dibandingkan sebelumnya. Dengan demikian, kebutuhan mobilitas masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal.

Puncak Arus Balik dan Lonjakan Tiket

Puncak arus balik menjadi salah satu momen paling krusial selama periode Lebaran. Pada 28 Maret 2026, penjualan tiket mencapai 4.019 tiket atau sekitar 135 persen dari kapasitas.

Sementara itu, pada 29 Maret 2026 jumlah penjualan tiket bahkan meningkat menjadi 4.128 tiket. Angka tersebut setara dengan 139 persen dari kapasitas yang tersedia.

Lonjakan ini dipicu oleh dimulainya kembali aktivitas sekolah pada 30 Maret 2026. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk kembali lebih awal ke kota asal aktivitas mereka.

Fenomena ini menjadi pola yang berulang setiap tahun saat periode arus balik Lebaran. Namun demikian, pengelolaan yang baik mampu menjaga kelancaran perjalanan secara keseluruhan.

Akumulasi Penjualan dan Ketersediaan Tiket

Secara kumulatif, hingga 30 Maret 2026 total penjualan tiket mencapai 119.502 tiket. Jumlah ini mencerminkan tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan kereta api selama Lebaran.

Dari total tersebut, sebanyak 83.145 tiket berasal dari layanan utama. Layanan tersebut meliputi KA Bukit Serelo, KA Sindang Marga, dan KA Rajabasa.

Ketiga layanan tersebut melayani rute Kertapati–Lubuklinggau serta Kertapati–Tanjungkarang. Rute ini menjadi jalur favorit masyarakat selama musim mudik dan balik Lebaran.

Jumlah tersebut setara dengan 127 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan. Total kursi yang tersedia selama periode tersebut mencapai 65.560 tempat duduk.

Sementara itu, sebanyak 36.357 tiket lainnya berasal dari penjualan parsial KA Rajabasa. Penjualan parsial ini mencakup berbagai relasi yang dilayani kereta tersebut.

Meski terjadi lonjakan, ketersediaan tiket masih dapat diakses oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya manajemen distribusi tiket yang cukup baik.

Untuk keberangkatan 31 Maret 2026 dan 1 April 2026, masih tersedia kursi pada KA Sindang Marga tujuan Lubuklinggau. Ketersediaannya mencapai sekitar 55 persen dari total kapasitas.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan program Promo Silaturahmi. Program ini memberikan potongan harga sebesar 20 persen untuk kelas eksekutif KA Sindang Marga.

Namun demikian, jumlah kursi dalam program promo tersebut terbatas. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera melakukan pemesanan sebelum kehabisan.

Kinerja Operasional dan Kolaborasi

Dari sisi operasional, kinerja ketepatan waktu menjadi salah satu indikator keberhasilan layanan. Tingkat On Time Performance untuk keberangkatan mencapai 99 persen.

Sedangkan untuk kedatangan, tingkat ketepatan waktu mencapai 98 persen. Angka ini menunjukkan kualitas layanan yang tetap terjaga meskipun terjadi lonjakan penumpang.

Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh unsur operasional dan pelayanan. Koordinasi yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga keandalan perjalanan.

Selain itu, keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Kolaborasi antara berbagai instansi turut memastikan kelancaran angkutan Lebaran.

Pihak yang terlibat meliputi unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini menciptakan sistem transportasi yang aman dan terkendali.

Apresiasi juga disampaikan kepada masyarakat yang telah menggunakan layanan kereta api dengan tertib. Partisipasi pengguna menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan bersama.

Kelancaran dan kesuksesan operasi angkutan Lebaran 2026 menjadi bukti nyata hasil kolaborasi tersebut. Dengan kerja sama yang solid, perjalanan kereta api dapat berlangsung aman dan lancar.

✦ Ringkasan Fakta Utama (Gaya Sajian Informatif)

✦ Periode Angkutan: 11 Maret 2026 – 30 Maret 2026
✦ Total Penumpang: 77.500 orang
✦ Kenaikan: 3 persen dibanding tahun sebelumnya
✦ Rata-rata Harian: 3.875 penumpang
✦ Puncak Arus Balik: 28–29 Maret 2026
✦ Total Penjualan Tiket: 119.502 tiket
✦ Kapasitas Kursi: 65.560 tempat duduk
✦ OTP Keberangkatan: 99 persen
✦ OTP Kedatangan: 98 persen

✦ Layanan Utama yang Mendominasi

✦ KA Bukit Serelo
✦ KA Sindang Marga
✦ KA Rajabasa

✦ Program dan Fasilitas Tambahan

✦ Penambahan kereta ekonomi dan eksekutif
✦ Promo Silaturahmi diskon 20 persen
✦ Ketersediaan tiket hingga awal April 2026

Terkini