Percepatan Infrastruktur Jawa Barat Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:49:08 WIB
Percepatan Infrastruktur Jawa Barat Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat menekankan pentingnya lelang dini untuk proyek infrastruktur menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026. 

Proses percepatan ini dimaksudkan agar pembangunan jalan dan penerangan jalan umum dapat segera terlaksana. Dengan demikian, arus mobilitas masyarakat bisa lebih lancar dan aman selama puncak mudik.

Meski anggaran terbatas, pengadaan proyek tidak boleh terhambat. Percepatan ini juga menandai komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga kualitas dan efektivitas pembangunan. Lelang dini menjadi kunci agar setiap proyek bisa selesai tepat waktu.

Langkah ini juga memberikan kepastian bagi kontraktor dalam menyiapkan sumber daya dan material. Percepatan pembangunan memungkinkan ruas jalan yang rusak segera direkonstruksi. Hal ini diharapkan mengurangi risiko kemacetan dan gangguan transportasi selama libur panjang.

Perbaikan Jalan dan PJU Jadi Fokus Utama

Pembangunan difokuskan pada rekonstruksi dan peningkatan jalan provinsi di seluruh wilayah Jawa Barat. Prioritas juga diberikan pada pemasangan dan perbaikan penerangan jalan umum yang belum optimal. Ketersediaan PJU yang memadai akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.

Selain itu, perbaikan jalan meliputi ruas yang kritis dan rawan macet. Langkah ini diharapkan mendukung mobilitas barang dan orang secara lebih efisien. Peningkatan kualitas infrastruktur juga menjadi tanda kesiapan menghadapi arus mudik yang padat.

Masyarakat diminta ikut memantau pembangunan agar sesuai standar kualitas. Pengawasan publik diharapkan menjamin transparansi dan akuntabilitas proyek. Dengan demikian, hasil pembangunan akan lebih bermanfaat bagi kepentingan warga Jawa Barat.

Target Kemantapan Jalan Lebih dari 90 Persen

Pemprov Jabar menargetkan tingkat kemantapan jalan di atas 90 persen pada tahun 2026. Bahkan, optimisme ditunjukkan agar angka ini bisa mencapai 95 persen. Pencapaian ini membutuhkan alokasi anggaran yang signifikan dan manajemen proyek yang efisien.

Dana sebesar Rp4,8 triliun disiapkan untuk mendukung pembangunan dan perbaikan jalan provinsi maupun kabupaten/kota. Anggaran ini diharapkan mampu menutupi seluruh kebutuhan konstruksi dan pemeliharaan. Setiap proyek akan dijalankan dengan standar kualitas tinggi untuk memastikan ketahanan jangka panjang.

Target kemantapan jalan yang tinggi akan memberikan kenyamanan bagi pengendara. Jalan yang mulus meminimalkan risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan. Hal ini sekaligus menjadi indikator keberhasilan program pembangunan infrastruktur Jawa Barat.

Penanganan Banjir dan Program PJU Mendukung Infrastruktur

Selain jalan, penanganan banjir menjadi fokus pembangunan melalui pembangunan infrastruktur daerah aliran sungai. Langkah ini bertujuan mencegah genangan yang mengganggu arus transportasi. Pemprov juga menyiapkan PJU yang memadai agar daerah rawan banjir tetap aman pada malam hari.

Anggaran Rp78 miliar dialokasikan untuk program listrik bagi masyarakat kurang mampu. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus mendukung kelancaran transportasi. PJU tambahan dengan anggaran Rp473 miliar akan memastikan setiap jalan provinsi cukup terang dan aman.

Penanganan banjir dan listrik juga meningkatkan efisiensi transportasi selama mudik. Infrastruktur yang baik akan meminimalkan gangguan dan risiko kecelakaan. Masyarakat pun akan merasakan manfaat pembangunan secara langsung.

Kerangka Prioritas Pembangunan 2026

Seluruh agenda ini menjadi kerangka prioritas pembangunan Jawa Barat pada 2026. Fokus utama diarahkan pada penyelesaian infrastruktur dasar untuk mendukung aktivitas warga. Setiap proyek diharapkan selesai tepat waktu dan sesuai standar kualitas tinggi.

Pembangunan ini juga bertujuan menjaga kelancaran arus orang dan barang sepanjang periode Ramadhan dan Lebaran. Dengan infrastruktur yang memadai, mobilitas masyarakat lebih aman dan efisien. Keberhasilan proyek ini menjadi bukti komitmen pemerintah provinsi terhadap kesejahteraan publik.

Keseluruhan program menunjukkan sinergi antara pembangunan fisik dan pelayanan publik. Optimalisasi lelang dini, perbaikan jalan, dan penambahan PJU membentuk fondasi transportasi yang handal. Akhirnya, warga Jawa Barat akan menikmati mudik yang lebih nyaman dan aman, sekaligus merasakan manfaat pembangunan yang nyata.

Terkini