OJK Dorong Free Float Saham Perkuat Pasar Modal

Rabu, 04 Februari 2026 | 14:44:54 WIB
OJK Dorong Free Float Saham Perkuat Pasar Modal

JAKARTA - Penguatan struktur pasar modal kembali menjadi fokus melalui rencana penyesuaian aturan pencatatan saham. 

Otoritas Jasa Keuangan bersama Bursa Efek Indonesia menyiapkan draf perubahan regulasi yang mengatur peningkatan porsi saham beredar di publik. Langkah ini diarahkan untuk memperluas partisipasi investor dan memperdalam likuiditas pasar.

Draf perubahan peraturan tersebut akan disampaikan kepada publik sebagai bagian dari proses transparansi kebijakan. Regulasi ini memuat agenda peningkatan free float minimum saham menjadi 15 persen. Kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya strategis dalam memperkuat fondasi pasar modal nasional.

“Pada hari ini Bursa Efek Indonesia akan menyampaikan kepada publik konsep atau draf perubahan peraturan pencatatan yang di dalamnya membuat agenda untuk peningkatan porsi free float ini,” ujar Hasan Fawzi. 

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen regulator dalam mendorong reformasi struktural pasar. Publik diharapkan dapat mencermati secara saksama substansi aturan yang diusulkan.

Partisipasi Publik Jadi Bagian Proses Kebijakan

Regulator membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam penyusunan kebijakan ini. Masukan dari berbagai pihak dipandang penting agar aturan yang dihasilkan bersifat inklusif dan aplikatif. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat legitimasi kebijakan di mata pelaku pasar.

Hasan mengajak publik untuk terlibat aktif dalam proses pembahasan draf aturan tersebut. Keterlibatan ini merupakan bagian dari prinsip partisipasi bermakna yang diusung otoritas. Regulator menyediakan waktu khusus bagi publik untuk menyampaikan pandangan dan masukan.

“Silakan teman-teman sekalian publik dan terutama stakeholders yang terkait dengan perubahan pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia ini untuk menyimak dan memberikan masukan sebagai bagian dari meaningful participation yang kita tunggu selama 10 hari kerja ke depan,” katanya. 

Proses ini diharapkan menghasilkan regulasi yang lebih komprehensif. Partisipasi publik dinilai dapat meminimalkan potensi dampak negatif di kemudian hari.

Tahapan Peningkatan Free Float Dilakukan Bertahap

Peningkatan porsi saham publik dirancang tidak dilakukan secara sekaligus. Regulator menetapkan skema bertahap agar emiten memiliki ruang penyesuaian yang memadai. Pendekatan ini bertujuan menjaga stabilitas pasar selama masa transisi.

Target peningkatan free float akan dimulai sejak tahun pertama setelah aturan diterbitkan. Selanjutnya, penyesuaian dilakukan secara berjenjang hingga tahun ketiga. Pada tahap akhir, seluruh emiten diharapkan memenuhi ketentuan minimum free float 15 persen.

“Jadi nanti dilihat di draf yang akan disampaikan, tapi secara umum target antara pertama kita akan dorong untuk dilakukan di satu tahun pertama,” jelas Hasan. Ia menambahkan bahwa akan ada milestone lanjutan pada tahun kedua dan ketiga. Tahapan ini dirancang agar perubahan dapat berlangsung secara terukur dan terkendali.

Implementasi Tetap Perhatikan Hak Pemegang Saham

Penerapan aturan baru akan dimulai setelah peraturan resmi diterbitkan. Meski demikian, regulator menegaskan bahwa proses implementasi tetap memperhatikan hak para pemegang saham. Mekanisme aksi korporasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kebijakan ini.

Hasan menjelaskan bahwa peningkatan free float memiliki keterkaitan erat dengan keputusan pemegang saham. Oleh karena itu, implementasi kemungkinan besar diawali dengan penetapan aksi korporasi terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan agar proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sejak peraturan itu diterbitkan, tapi untuk teman-teman pahami, peningkatan free float ini erat kaitannya dengan hak para pemegang saham,” ujarnya. Regulator menilai kehati-hatian diperlukan agar tujuan peningkatan kedalaman pasar tetap sejalan dengan perlindungan investor. Seluruh tahapan akan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.

Emiten Dorong Penyesuaian Bertahap dan Terukur

Pandangan pelaku pasar turut menyoroti kesiapan emiten dalam menjalankan kebijakan tersebut. Asosiasi Emiten Indonesia menilai peningkatan free float perlu dilakukan secara bertahap. Penyesuaian dinilai harus mempertimbangkan kondisi pasar dan daya serap investor.

Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia, Armand Wahyudi Hartono, menyampaikan bahwa langkah bertahap lebih realistis. Emiten perlu waktu untuk menyesuaikan struktur kepemilikan sahamnya. Pendekatan ini dinilai dapat mengurangi potensi tekanan terhadap harga saham.

“Secara kesiapan biasanya kalau ketika meningkatkan free float ini, kemasukan kami sebaiknya dilakukan step by step,” ujar Armand. Ia menilai peningkatan hingga 15 persen tidak dapat dilakukan secara instan untuk seluruh emiten. Penyesuaian bertahap diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan investor.

Terkini