Bank Indonesia Perkuat Pembayaran Global Lewat Partisipasi Proyek Nexus

Rabu, 04 Februari 2026 | 14:44:53 WIB
Bank Indonesia Perkuat Pembayaran Global Lewat Partisipasi Proyek Nexus

JAKARTA - Upaya memperkuat sistem pembayaran lintas negara terus dilakukan Bank Indonesia melalui kolaborasi internasional. 

Komitmen ini diwujudkan dengan bergabungnya Bank Indonesia dalam proyek Nexus bersama sejumlah bank sentral global. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperluas konektivitas pembayaran.

Partisipasi Indonesia dalam Nexus menandai langkah penting dalam transformasi sistem pembayaran. Melalui kerja sama ini, Bank Indonesia akan terlibat langsung dalam persiapan dan implementasi sistem. Tujuannya adalah menciptakan transaksi lintas negara yang lebih efisien dan terjangkau.

Proyek Nexus melibatkan sejumlah bank sentral dari kawasan Asia dan sekitarnya. Bank sentral tersebut berasal dari Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan India. Kolaborasi ini memperkuat sinergi regional dalam sistem pembayaran.

Peran Indonesia dalam Ekosistem Pembayaran Regional

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai keterlibatan Indonesia dalam Nexus sebagai langkah strategis. Menurutnya, sistem pembayaran lintas negara yang efisien akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan pelaku usaha. Keikutsertaan ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pembayaran global.

“Indonesia merupakan salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal utama pekerja migran maupun sebagai penerima remitansi,” ujar Perry. Ia menambahkan bahwa keterhubungan pembayaran yang semakin terpadu akan meningkatkan hubungan ekonomi. Integrasi ini juga dinilai mampu mendorong perdagangan lintas negara.

Pembayaran lintas negara yang lebih mudah diakses diharapkan memberikan dampak luas. Kemudahan transaksi akan mempercepat arus dana dan aktivitas ekonomi. Hal tersebut menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing nasional.

Nexus sebagai Inisiatif Global Sistem Pembayaran

Proyek Nexus merupakan inisiatif yang digagas oleh Bank for International Settlements. Program ini dimulai pada 2021 dengan tujuan menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik. Pendekatan ini memungkinkan transaksi lintas negara dilakukan secara lebih cepat dan efisien.

Pada 2025, proyek Nexus memasuki tahap implementasi. Fase ini ditandai dengan pembentukan Nexus Global Payments oleh sejumlah bank sentral. Lembaga tersebut berperan sebagai pengelola teknis dan operasional proyek.

“BI yang sebelumnya berpartisipasi sebagai special observer, kini menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi secara penuh sebagai anggota Nexus,” kata Perry. Ia menjelaskan bahwa BI akan mengembangkan BI-FAST agar terhubung dengan Nexus. Langkah ini menjadi bagian penting dalam integrasi sistem pembayaran.

Integrasi BI-FAST dan Penguatan Inklusi Keuangan

Interkoneksi BI-FAST dengan Nexus diharapkan meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara. Sistem ini dirancang agar biaya transaksi menjadi lebih terjangkau bagi pengguna. Selain itu, kemudahan akses juga diharapkan memperluas inklusi keuangan.

Pengembangan sistem pembayaran lintas negara tetap memperhatikan kepentingan nasional. Bank Indonesia menegaskan bahwa proses kliring dan setelmen domestik tetap dilakukan di dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk menjaga kedaulatan sistem keuangan nasional.

Inisiatif tersebut sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030. Integrasi ini juga mendukung kerangka Regional Payment Connectivity yang dicanangkan ASEAN. Dengan demikian, kebijakan ini selaras dengan agenda regional dan nasional.

Dukungan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Penguatan konektivitas pembayaran lintas negara diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sistem yang efisien akan mempermudah transaksi perdagangan dan remitansi. Dampaknya dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan masyarakat.

Sinergi antara Bank Indonesia dan Nexus Global Payments mendukung agenda reformasi pembayaran global. Program ini juga sejalan dengan agenda yang dicanangkan oleh G20. Kolaborasi internasional menjadi kunci dalam menghadapi tantangan sistem pembayaran modern.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperluas jaringan pembayaran lintas negara. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan bank sentral dan otoritas di berbagai yurisdiksi. Langkah tersebut diharapkan memperkuat inklusi keuangan dan pembangunan berkelanjutan.

Terkini