Presiden Prabowo Hanya Gunakan Satu Pesawat Kepresidenan Dalam Setiap Lawatan Luar Negeri

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:38:10 WIB
Presiden Prabowo Hanya Gunakan Satu Pesawat Kepresidenan Dalam Setiap Lawatan Luar Negeri

JAKARTA - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan fakta terbaru terkait penggunaan pesawat kepresidenan oleh Presiden Prabowo Subianto. Setiap lawatan ke luar negeri, Presiden hanya menggunakan satu pesawat, yaitu Garuda Indonesia-1 PK-GIG.

Teddy menjelaskan, sejak satu tahun terakhir, jumlah rombongan kepresidenan yang ikut juga telah diperkecil. Langkah ini diambil agar lawatan menjadi lebih efisien dan biaya operasional bisa ditekan.

Menurut Teddy, kabar yang menyebut Presiden menggunakan dua pesawat kenegaraan adalah tidak benar. Presiden Prabowo selalu mengandalkan maskapai nasional kebanggaan Indonesia, Garuda Indonesia, jenis Boeing 777, untuk penerbangan jarak jauh.

Efisiensi Rombongan Kepresidenan

Teddy menambahkan, perangkat kepresidenan yang ikut dalam lawatan juga telah disesuaikan dengan kebutuhan. Yang benar-benar perlu hadir dalam rombongan, itulah yang ikut.

Untuk lawatan dalam negeri, pesawat yang digunakan berbeda. Pesawat TNI AU jenis Boeing digunakan untuk mengangkut perangkat kepresidenan dan wartawan.

Pesawat TNI AU membawa berbagai perangkat penting, seperti Paspampres, tim protokol, tim dokter kepresidenan, diplomat Kementerian Luar Negeri, dan wartawan. Semua keberangkatan telah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Teddy menekankan, penggunaan pesawat TNI AU dalam rangkaian lawatan adalah legal dan sesuai undang-undang. Kehadiran tim protokol, dokter, dan Paspampres menjadi kewajiban yang harus dipenuhi.

Dengan pengaturan ini, rombongan kepresidenan menjadi lebih praktis. Jumlah staf berkurang tanpa mengurangi fungsi penting dalam lawatan luar negeri maupun dalam negeri.

Jenis Pesawat yang Digunakan Presiden

Presiden Prabowo memiliki beberapa opsi pesawat kepresidenan tergantung jarak dan waktu tempuh. Pesawat dengan nomor registrasi PK-GRD biasanya dipakai untuk penerbangan dalam negeri dan luar negeri jarak pendek.

Sementara untuk penerbangan jarak jauh, Presiden menggunakan Garuda Indonesia-1 dengan nomor registrasi PK-GIG. Pesawat ini juga dipilih karena kapasitas dan fasilitasnya yang mendukung kenyamanan rombongan selama perjalanan.

Selain itu, pesawat Boeing TNI AU juga tetap digunakan. Tugasnya adalah mengangkut perangkat kepresidenan dan memastikan semua kebutuhan logistik terpenuhi.

Dengan pengaturan ini, setiap lawatan luar negeri tetap berjalan lancar. Presiden Prabowo dapat fokus pada agenda diplomatik tanpa terganggu urusan teknis transportasi.

Kepatuhan Terhadap Aturan dan Protokol

Penggunaan pesawat kepresidenan telah disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Semua perangkat yang ikut, termasuk Paspampres dan tim dokter, merupakan bagian dari protokol resmi.

Teddy menjelaskan bahwa rombongan kepresidenan selalu menyesuaikan jumlah peserta dengan kebutuhan operasional. Langkah ini juga menjadi bentuk efisiensi dan transparansi pemerintah.

Keputusan ini menunjukkan komitmen Presiden dan Sekretariat Kabinet untuk menekan biaya dan mengoptimalkan sumber daya. Semua prosedur dijalankan dengan tetap mematuhi hukum dan protokol resmi negara.

Dalam praktiknya, strategi ini membantu menjaga citra kepresidenan yang profesional. Publik juga dapat melihat pengelolaan lawatan luar negeri yang efisien dan akuntabel.

Selain itu, koordinasi antara maskapai Garuda Indonesia dan TNI AU menjadi kunci kelancaran setiap lawatan. Semua pihak bekerja sama untuk memastikan kebutuhan presiden dan rombongan terpenuhi.

Pengaturan ini mencerminkan pendekatan modern dalam manajemen lawatan kenegaraan. Prioritasnya adalah efisiensi, kepatuhan protokol, dan keselamatan rombongan.

Dengan hanya satu pesawat utama dan penggunaan tambahan pesawat TNI AU bila diperlukan, perjalanan menjadi lebih terstruktur. Tidak ada pemborosan dan tetap sesuai prosedur resmi.

Langkah ini juga memudahkan pengawasan logistik dan keamanan rombongan. Setiap detail perjalanan dipastikan tertata dengan rapi dan profesional.

Ke depannya, model penggunaan satu pesawat untuk lawatan jarak jauh dipastikan tetap dijalankan. Hal ini menjadi standar baru dalam rangkaian lawatan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan penjelasan ini, publik diharapkan memahami fakta sebenarnya. Tidak ada penggunaan ganda pesawat kepresidenan seperti yang sempat beredar di media.

Setiap lawatan, baik dalam negeri maupun luar negeri, kini lebih transparan. Strategi ini juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap efisiensi dan tata kelola keuangan negara yang baik.

Keberhasilan pengaturan ini menjadi bukti koordinasi yang matang antara Sekretariat Kabinet, TNI AU, dan Garuda Indonesia. Sinergi ini memastikan perjalanan presiden aman, nyaman, dan sesuai prosedur resmi.

Dengan semua langkah ini, setiap lawatan luar negeri presiden berjalan lancar. Presiden Prabowo dapat fokus pada agenda diplomatik tanpa terganggu urusan transportasi atau logistik rombongan.

Terkini

Padel 99 Court Dorong Prestasi Olahraga Kota Pekalongan

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:54:54 WIB

Seleksi Pimpinan Tinggi Dorong Industri Olahraga Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:54:54 WIB

Turnamen Voli Perkuat Solidaritas Antarinstansi Mappi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:54:54 WIB

Turnamen Voli Muara Tuhup Perkuat Semangat Masyarakat

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:54:54 WIB

Manchester City Tetap Optimis Kejar Gelar Liga Inggris

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:54:53 WIB