Penyaluran KUR BRI Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat

Senin, 02 Februari 2026 | 15:52:16 WIB
Penyaluran KUR BRI Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat

JAKARTA - Perbankan nasional terus memainkan peran strategis dalam mendorong penguatan ekonomi rakyat melalui penyaluran pembiayaan yang inklusif. 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan konsistensinya dengan mencatatkan kinerja positif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat. Program ini menjadi instrumen penting dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha di berbagai sektor.

Sepanjang tahun 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp 178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur. Penyaluran tersebut mencerminkan besarnya peran BRI dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Fokus pembiayaan diarahkan untuk memperkuat sektor-sektor produktif yang berkontribusi langsung terhadap perekonomian.

Kebijakan penyaluran KUR ini sejalan dengan Asta Cita, khususnya pilar penguatan ekonomi rakyat. Pendekatan tersebut menempatkan UMKM sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui KUR, BRI berupaya memastikan pembiayaan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Komitmen Mendukung Sektor Produktif

BRI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program prioritas pemerintah. Komitmen tersebut tercermin dari dominasi penyaluran kredit yang diarahkan ke sektor produktif. Lebih dari 60 persen kredit BRI disalurkan kepada usaha yang mendorong penyerapan tenaga kerja dan ketahanan pangan.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa fokus ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. “BRI terus berupaya mendorong pertumbuhan sektor UMKM agar tetap sehat dan berkelanjutan sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Akhmad Purwakajaya. Pernyataan ini menegaskan peran BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat.

Selain menyediakan akses permodalan, BRI juga menyertakan pendampingan bagi penerima KUR. Pendekatan ini bertujuan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnis. Dengan demikian, pembiayaan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Dominasi Sektor Produksi dalam Penyaluran KUR

Dilihat dari sektor ekonomi, penyaluran KUR BRI masih didominasi oleh sektor produksi. Sektor ini mencakup pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta berbagai jasa lainnya. Porsi sektor produksi mencapai 64,49 persen dari total penyaluran KUR BRI.

Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dalam penyaluran tersebut. Nilai pembiayaan yang mengalir ke sektor pertanian mencapai Rp 80,09 triliun atau setara 44,97 persen dari total KUR BRI. Capaian ini menunjukkan keberpihakan BRI terhadap sektor riil yang menjadi basis ekonomi masyarakat.

Fokus pada sektor produksi mencerminkan strategi pembiayaan yang berorientasi pada nilai tambah. Aktivitas produksi dinilai memiliki efek berganda terhadap perekonomian. Pendekatan ini juga memperkuat ketahanan ekonomi di tengah dinamika global yang terus berubah.

Prinsip Kehati-hatian dalam Penyaluran Kredit

Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI memastikan setiap pembiayaan dilakukan secara prudent. Proses penyaluran dijalankan dengan prinsip transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga kualitas kredit tetap sehat.

KUR merupakan kredit yang sepenuhnya bersumber dari dana bank. Dana tersebut berasal dari penghimpunan dana masyarakat sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, manajemen risiko menjadi aspek utama dalam setiap proses penyaluran.

Pendekatan kehati-hatian ini juga bertujuan menjaga keberlanjutan program KUR. Dengan kualitas kredit yang terjaga, pembiayaan dapat terus disalurkan kepada pelaku usaha baru. Strategi ini memperkuat peran BRI sebagai mitra pembangunan ekonomi rakyat.

Perluasan Akses dan Dampak Jangka Panjang

Penyaluran KUR BRI terhadap sebaran rumah tangga menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Hingga akhir 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga tercatat telah mengakses fasilitas KUR BRI. Angka ini meningkat dibandingkan jangkauan pada tahun-tahun sebelumnya.

Peningkatan jangkauan tersebut mencerminkan semakin luasnya inklusi keuangan. Masyarakat semakin mudah memperoleh akses pembiayaan formal untuk mengembangkan usaha. Hal ini juga menunjukkan efektivitas strategi distribusi KUR yang dijalankan BRI.

Secara kumulatif sejak 2015 hingga akhir 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 1.435 triliun kepada 46,4 juta penerima. Capaian tersebut mempertegas peran BRI dalam mendukung ekonomi nasional. Melalui KUR, BRI terus berkontribusi dalam membangun ekonomi rakyat yang kuat dan berkelanjutan.

Terkini

Nuklir Jadi Pilar Strategis Kemandirian Energi Nasional

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Kilang Balongan Perkuat Distribusi Energi Nasional Terpadu

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

OPEC Plus Pertahankan Produksi Demi Keseimbangan Minyak

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Program MyPertamina Fair Dorong Loyalitas Konsumen BBM

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:58 WIB