BPS Laporkan Ekspor Nonmigas Indonesia Tembus Triliunan Rupiah Sepanjang 2025

Senin, 02 Februari 2026 | 15:45:16 WIB
BPS Laporkan Ekspor Nonmigas Indonesia Tembus Triliunan Rupiah Sepanjang 2025

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat China, Amerika Serikat (AS), dan India menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia sepanjang 2025. Ketiganya memberikan kontribusi sebesar 42,28% dari total ekspor nonmigas Indonesia selama Januari—Desember 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan ekspor nonmigas ke China tercatat sebesar US$64,82 miliar. Pangsa pasar China mencapai 24,02% dari total ekspor nonmigas, dengan besi dan baja sebagai komoditas dominan.

“Ekspor ke China didominasi oleh besi dan baja atau HS72 dengan share 27,65%. Komoditas ini juga tumbuh 11,50% secara year-on-year,” jelas Ateng dalam rilis resmi BPS, Senin, 2 Februari 2026.

Ekspor Nonmigas ke AS dan India

Selanjutnya, ekspor nonmigas ke AS mencapai US$30,96 miliar dengan pangsa pasar 11,47%. Komoditas utama ekspor ke AS adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya atau HS85 dengan pangsa 19,48%.

Ekspor ke AS menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, terutama pada mesin dan perlengkapan elektrik yang tumbuh 42,59% secara ctc. Hal ini menandakan permintaan tinggi dari pasar Amerika terhadap produk teknologi dan manufaktur Indonesia.

Sementara itu, ekspor nonmigas ke India tercatat sebesar US$18,32 miliar dengan pangsa pasar 29,23% untuk bahan bakar mineral atau HS27. Namun, komoditas ini justru mengalami penurunan cukup besar, yaitu 23,25% secara ctc dibandingkan periode sebelumnya.

Ateng menekankan bahwa tren ekspor berbeda di masing-masing negara. Jika ke AS komoditas utama naik, di India terjadi penurunan signifikan pada bahan bakar mineral.

Tren Nilai Ekspor Nonmigas Nasional

Total nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari—Desember 2025 mencapai US$282,91 miliar. Angka ini naik 6,15% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Dari total ekspor tersebut, ekspor migas tercatat sebesar US$13,07 miliar atau turun 17,69%. Sebaliknya, ekspor nonmigas mengalami kenaikan 7,66% menjadi US$269,84 miliar, menunjukkan fokus Indonesia pada penguatan sektor nonmigas.

Kenaikan ekspor nonmigas ini didorong oleh peningkatan permintaan global terhadap produk manufaktur Indonesia. Hal ini mencerminkan daya saing produk Indonesia yang semakin kuat di pasar internasional.

Komoditas Unggulan Ekspor Nonmigas

Besi dan baja menjadi komoditas utama yang menembus pasar China. Kenaikan permintaan untuk produk ini menunjukkan peran Indonesia dalam rantai pasok baja global.

Di sisi lain, mesin dan perlengkapan elektrik menjadi primadona ekspor ke AS. Pertumbuhan signifikan menunjukkan kapasitas industri manufaktur Indonesia untuk memenuhi standar teknologi tinggi pasar Amerika.

Bahan bakar mineral mendominasi ekspor ke India, meski nilainya menurun. Penurunan ini menunjukkan fluktuasi permintaan energi di pasar global, khususnya India.

Selain itu, Indonesia juga mengekspor berbagai produk manufaktur lain ke berbagai negara. Tren ini membantu diversifikasi pasar dan mengurangi ketergantungan pada satu negara tertentu.

Strategi Penguatan Ekspor Nonmigas

Pertumbuhan ekspor nonmigas ke China dan AS menunjukkan peluang untuk memperluas penetrasi pasar. Pemerintah dan pelaku industri perlu memperkuat strategi pemasaran dan logistik untuk menjaga tren positif ini.

Selain itu, pengembangan kapasitas produksi menjadi kunci agar Indonesia mampu memenuhi permintaan global. Penambahan nilai tambah produk juga menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing.

Diversifikasi pasar menjadi hal penting untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Dengan menyasar berbagai negara, Indonesia dapat mengurangi risiko penurunan permintaan dari satu pasar tertentu.

Perluasan pasar juga bisa dilakukan melalui kerja sama bilateral maupun partisipasi dalam pameran dagang internasional. Hal ini membuka peluang bagi pelaku industri Indonesia untuk memperkenalkan produk unggulan.

Tantangan dan Peluang Ekspor 2025

Meskipun ekspor nonmigas meningkat, ada tantangan di pasar global seperti fluktuasi harga komoditas dan persaingan dengan negara lain. Kondisi ini menuntut Indonesia lebih adaptif dan inovatif.

Namun, peluang ekspor tetap besar karena pertumbuhan ekonomi global mendorong permintaan terhadap produk manufaktur dan energi. Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi di pasar internasional.

Khusus untuk China, permintaan besi dan baja diprediksi tetap stabil dalam beberapa tahun ke depan. Sementara pasar AS menawarkan peluang untuk produk teknologi dan mesin.

India masih menjadi pasar potensial meski terjadi penurunan bahan bakar mineral. Diversifikasi produk ke India bisa dilakukan dengan mengembangkan manufaktur dan produk bernilai tambah lainnya.

Peningkatan ekspor nonmigas juga berdampak positif terhadap neraca perdagangan Indonesia. Hal ini membantu menyeimbangkan defisit perdagangan migas yang mengalami penurunan.

Selain itu, ekspor nonmigas yang meningkat memberi efek positif pada pertumbuhan industri domestik. Pelaku industri dapat memperluas kapasitas produksi dan membuka lapangan kerja baru.

Masa Depan Ekspor Nonmigas Indonesia

Fokus pada China, AS, dan India perlu dilanjutkan dengan strategi diversifikasi pasar baru. Hal ini akan menjaga stabilitas ekspor meskipun terjadi fluktuasi permintaan global.

Investasi dalam teknologi dan inovasi menjadi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan ekspor. Produk bernilai tambah tinggi akan membantu Indonesia bersaing di pasar global.

Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri diperlukan untuk meningkatkan kapasitas ekspor. Infrastruktur logistik dan fasilitas produksi yang baik akan mendukung pertumbuhan ekspor nonmigas.

Dengan strategi yang tepat, ekspor nonmigas Indonesia berpotensi terus meningkat pada 2026 dan seterusnya. Fokus pada kualitas, inovasi, dan diversifikasi pasar menjadi kunci kesuksesan.

Ekspor nonmigas ke China, AS, dan India bukan hanya soal volume, tapi juga nilai tambah dan keberlanjutan. Indonesia bisa memanfaatkan momentum ini untuk menjadi pemain utama di pasar global.

Pertumbuhan ekspor nonmigas juga sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap ekonomi nasional. Dengan dukungan strategi yang tepat, ekspor nonmigas akan tetap menjadi pilar ekonomi Indonesia.

Terkini

Nuklir Jadi Pilar Strategis Kemandirian Energi Nasional

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Kilang Balongan Perkuat Distribusi Energi Nasional Terpadu

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

OPEC Plus Pertahankan Produksi Demi Keseimbangan Minyak

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Program MyPertamina Fair Dorong Loyalitas Konsumen BBM

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:58 WIB