Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota Perkuat Transportasi Publik Jakarta

Senin, 02 Februari 2026 | 11:32:58 WIB
Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota Perkuat Transportasi Publik Jakarta

JAKARTA - Di kawasan Glodok dan Kota, aktivitas ekonomi padat berlangsung sejak pagi hingga malam. Di tengah kepadatan itu, Hutama Karya membangun Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota sebagai penghubung transportasi publik yang lebih tertib dan efisien bagi warga.

Pembangunan stasiun ini menjadi bagian dari pengembangan MRT Jakarta Fase 2A dengan panjang koridor 1,33 km. Ruas pekerjaan menghubungkan Stasiun MRT Mangga Besar dan Stasiun MRT Jakarta Kota untuk memperkuat konektivitas pusat kota.

Kolaborasi Lintas Pihak dalam Proyek MRT

Hutama Karya mengerjakan paket CP 203 bersama Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC) melalui skema joint operation (SMCC–HK JO). PT MRT Jakarta (Perseroda) berperan sebagai penyelenggara proyek untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan standar internasional.

Kolaborasi ini bertujuan untuk menjaga kualitas konstruksi sekaligus meminimalkan gangguan di kawasan yang padat. Pendekatan lintas pihak memungkinkan koordinasi yang baik antara kontraktor, pemerintah, dan masyarakat sekitar.

Pembangunan stasiun bawah tanah bukan hanya soal struktur fisik. Lebih dari itu, proyek ini menekankan bagaimana kota memberi ruang bagi warganya bergerak lebih efisien di tengah kepadatan pusat kota.

Ketika transportasi publik terhubung dengan baik, waktu tempuh menjadi lebih terprediksi dan kemacetan berkurang. Kawasan dengan aktivitas tinggi pun dapat tumbuh lebih tertata dan terorganisir dengan baik.

Integrasi Antarmoda dan Kenyamanan Pengguna

Integrasi antarmoda menjadi fokus utama pengembangan stasiun bawah tanah ini. Pengalaman berpindah dari satu moda ke moda lain ditentukan oleh akses pejalan kaki, koneksi menuju halte atau stasiun lain, serta kenyamanan ruang publik di sekitarnya.

Pembangunan stasiun dirancang dengan perspektif pengguna agar perpindahan moda terasa mulus dan aman. Hal ini sangat penting terutama pada jam-jam sibuk ketika volume penumpang tinggi dan arus pejalan kaki padat.

Selain itu, konektivitas yang lebih kuat di Glodok–Kota diharapkan mendukung pergerakan menuju destinasi wisata, pusat kuliner, dan area perdagangan. Dengan begitu, warga dapat mengakses kawasan strategis tanpa menambah beban kemacetan di jalan raya.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa pembangunan stasiun bawah tanah menunjukkan progres signifikan. “Hingga Rabu, 28 Januari 2026, kami mencatatkan progres 82% dengan pekerjaan struktur entrance, arsitektur, dan MEP stasiun,” ujarnya.

Keberadaan stasiun nantinya akan memberikan manfaat nyata bagi mobilitas warga. Penataan transportasi publik yang lebih tertata diharapkan meningkatkan efisiensi perjalanan harian masyarakat di pusat kota.

Pengendalian Dampak dan Tanggung Jawab Perkotaan

Hutama Karya memandang pengendalian dampak sebagai bagian dari tanggung jawab bekerja di kawasan hidup. Keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari bangunan yang berdiri, tetapi juga dari kelancaran aktivitas warga dan ekonomi selama masa konstruksi.

Pihak perusahaan memastikan akses publik tetap terjaga sepanjang pembangunan. Setiap penyesuaian di area tertentu disosialisasikan secara transparan agar tidak mengganggu mobilitas maupun aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Prinsip pengendalian dampak ini menjadi rujukan penting di lapangan. Penerapan prosedur ini membuat proyek tetap selaras dengan kebutuhan warga sekaligus menjaga keselamatan publik.

Selain itu, pembangunan stasiun bawah tanah juga memperhatikan kualitas ruang publik. Penataan trotoar, akses pejalan kaki, dan koneksi ke moda transportasi lain dirancang untuk memberikan pengalaman transit yang nyaman.

Kualitas transportasi publik berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Kota yang menyediakan pilihan mobilitas andal memberi ruang bagi warganya untuk mengelola waktu lebih baik dan mengurangi biaya perjalanan.

Di Jakarta, kebutuhan transportasi terintegrasi semakin mendesak seiring pertumbuhan aktivitas pusat kota. Sistem angkutan massal yang berkelanjutan dan terhubung menjadi solusi penting untuk menghadapi kepadatan penduduk dan kendaraan.

Pembangunan stasiun Glodok–Kota juga memperluas peluang ekonomi di sekitar area proyek. Kawasan komersial, pusat kuliner, dan destinasi wisata dapat berkembang tanpa menambah kemacetan.

Peran stasiun baru ini tidak hanya sebagai titik transit, tetapi juga sebagai pemicu pertumbuhan kawasan kota. Dengan konektivitas yang meningkat, penduduk dan pengunjung mendapatkan akses lebih cepat dan nyaman ke berbagai titik strategis.

Hutama Karya menekankan prinsip pembangunan yang responsif terhadap masyarakat. Partisipasi warga dalam menerima informasi proyek dan penyesuaian akses menjadi bagian dari keberhasilan proyek perkotaan ini.

Ke depannya, integrasi stasiun bawah tanah dengan moda transportasi lain akan memperkuat jaringan MRT Jakarta. Hal ini mendukung visi transportasi publik yang lebih efisien dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi.

Selain itu, proyek ini juga memberikan contoh pengelolaan konstruksi di area padat secara bertanggung jawab. Model pengendalian dampak dan kolaborasi lintas pihak dapat menjadi acuan untuk pembangunan infrastruktur perkotaan lainnya.

Dengan selesainya Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota, warga Jakarta akan mendapatkan pengalaman mobilitas yang lebih modern. Pilihan transportasi yang efisien, nyaman, dan terintegrasi memungkinkan masyarakat mengatur waktu perjalanan dengan lebih baik.

Keseluruhan proyek ini mencerminkan bagaimana transportasi publik dapat menjadi solusi perkotaan yang berkelanjutan. Kota yang menyediakan pilihan moda transportasi berkualitas mampu meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas warganya.

Hutama Karya menargetkan penyelesaian proyek pada semester I 2027. Keberhasilan proyek ini akan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur perkotaan bisa selaras dengan kebutuhan mobilitas, ekonomi, dan kenyamanan masyarakat.

Dengan hadirnya stasiun baru ini, Jakarta akan memiliki sistem transportasi publik yang lebih tertata dan terintegrasi. Stasiun Glodok–Kota diharapkan menjadi ikon mobilitas perkotaan yang mendukung efisiensi, kenyamanan, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Terkini