JAKARTA - Pertamina memperbarui daftar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlaku mulai Jumat, 30 Januari 2026, untuk seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan ini dilakukan guna menyesuaikan harga BBM dengan kondisi pasar minyak mentah dunia yang terus berfluktuasi.
Beberapa jenis BBM mengalami penurunan harga sejak 1 Januari 2026. Contohnya, di Jawa Barat, harga Pertamax turun Rp400 per liter, dari Rp12.750 menjadi Rp12.350.
Produk Pertamax Green juga dikoreksi sebesar Rp350 per liter. Harga yang semula Rp13.500 kini menjadi Rp13.150, menunjukkan tren penyesuaian BBM di tengah dinamika pasar.
Sementara Pertamax Turbo turun Rp350 per liter. Dari sebelumnya Rp13.750, kini harga menjadi Rp13.400, sejalan dengan langkah pemerintah menjaga kestabilan harga energi.
Untuk sektor bahan bakar diesel, Dexlite mengalami penurunan Rp1.200. Harga yang semula Rp14.700 kini menjadi Rp13.500 per liter, memudahkan masyarakat yang menggunakan diesel untuk kendaraan dan usaha.
Jenis Pertamina Dex (Pertadex) juga turun signifikan Rp1.400. Dari Rp15.000, harga sekarang berada di angka Rp13.600 per liter, memberikan keringanan biaya operasional bagi pengguna BBM jenis ini.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Seluruh Provinsi
Di Provinsi Aceh, harga Pertamax mencapai Rp12.500 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dibanderol Rp13.400. Sementara Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing Rp13.800 dan Rp13.900, dan Pertalite tetap Rp10.000.
Di Free Trade Zone (FTZ) Sabang, harga Pertamax lebih rendah yaitu Rp11.500 per liter. Dexlite Rp12.600, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800, mengikuti skema penyesuaian regional.
Provinsi Sumatera Utara mencatat Pertamax Rp13.050, Pertamax Turbo Rp12.500, Pertamina Dex Rp13.900, Dexlite Rp13.800, dan Pertalite Rp10.000 per liter. Biosolar tetap Rp6.800, stabil mengikuti tren nasional.
Di Sumatera Barat, harga Pertamax Rp12.800, Pertamax Turbo Rp13.700, Pertamina Dex Rp14.200, Dexlite Rp14.100, dan Pertalite Rp10.000 per liter. Biosolar dipatok Rp6.800, sesuai ketentuan pemerintah.
Provinsi Riau dan Kepulauan Riau memiliki harga Pertamax Rp12.950 dan Pertamax Turbo Rp14.000. Pertamina Dex Rp14.200, Dexlite Rp14.100, serta Pertalite Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Free Trade Zone (FTZ) Batam menawarkan harga Pertamax Rp11.850. Pertamax Turbo Rp12.750, Pertamina Dex Rp12.900, Dexlite Rp12.800, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Provinsi DKI Jakarta menetapkan harga Pertamax Rp12.350, Pertamax Turbo Rp13.400, dan Pertamax Green Rp13.150. Pertamina Dex Rp13.600, Dexlite Rp13.500, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur mengalami penyesuaian yang seragam. Pertamax Rp12.350, Pertamax Turbo Rp13.400, Pertamax Green Rp13.150, Pertamina Dex Rp13.600, Dexlite Rp13.500, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800.
Di Bali, NTB, dan NTT, harga Pertamax Rp12.350–12.650 per liter. Pertamax Turbo Rp13.400–13.700, Pertamina Dex Rp13.600–13.900, Dexlite Rp13.500–13.800, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800, mengikuti kebijakan nasional dan lokal.
Provinsi Kalimantan dan Sulawesi mencatat harga Pertamax Rp12.650–12.950. Pertamax Turbo Rp13.700–14.000, Pertamina Dex Rp13.900–14.200, Dexlite Rp13.800–14.100, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Sementara Maluku, Papua, dan Papua Barat memiliki harga Pertamax Rp12.650 per liter. Pertamina Dex dan Dexlite Rp13.800–13.900, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800, menyesuaikan dengan logistik dan biaya distribusi wilayah timur Indonesia.
Dampak Penurunan Harga BBM bagi Masyarakat dan Ekonomi
Penurunan harga BBM ini memberikan keringanan langsung bagi masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi dan transportasi umum. Masyarakat yang mengandalkan Pertamax dan diesel dapat menghemat biaya operasional bulanan.
Selain itu, sektor usaha transportasi dan logistik diuntungkan dari penyesuaian harga diesel dan Pertamina Dex. Biaya distribusi menjadi lebih efisien, sehingga dapat menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok.
Kebijakan ini juga menyesuaikan kondisi global minyak mentah. Penurunan harga di tingkat SPBU bertujuan menstabilkan ekonomi domestik dan menjaga daya beli masyarakat tetap kuat.
Tren penyesuaian ini diharapkan mendorong konsumen untuk tetap menggunakan BBM berkualitas tinggi seperti Pertamax Green. Hal ini selaras dengan program pemerintah dalam mendorong efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.
Selain meringankan masyarakat, langkah ini memberi sinyal bagi pelaku usaha untuk lebih fleksibel dalam perencanaan biaya transportasi. Efek jangka panjangnya dapat dirasakan pada stabilitas harga barang dan jasa di berbagai sektor.
Pemerintah dan Pertamina juga memastikan harga BBM di setiap provinsi tercatat transparan. Masyarakat dapat mengecek harga terbaru di SPBU untuk mengetahui tarif sesuai wilayah masing-masing.
Penyesuaian harga ini menjadi indikator respons cepat Pertamina terhadap fluktuasi pasar minyak dunia. Hal ini menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi nasional dan daya beli masyarakat.
Secara keseluruhan, perubahan harga BBM Pertamina hari ini, Jumat, 30 Januari 2026, mencerminkan komitmen untuk menstabilkan sektor energi. Penurunan harga Pertamax, Pertamax Green, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex di seluruh Indonesia menjadi kabar baik bagi masyarakat luas.