RMK Energy Salurkan Dana Obligasi Dukung Anak Usaha Batu Bara

Kamis, 29 Januari 2026 | 13:21:02 WIB
RMK Energy Salurkan Dana Obligasi Dukung Anak Usaha Batu Bara

JAKARTA - PT RMK Energy Tbk (RMKE) merencanakan penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II 2026 sebesar Rp600 miliar. 

Langkah ini menjadi strategi perusahaan untuk memperkuat modal kerja sekaligus menyalurkan pinjaman ke anak usaha. Pendanaan ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan bisnis dan ekspansi operasional.

Obligasi akan diterbitkan dalam dua seri dengan tingkat bunga berbeda. Seri A sebesar Rp450 miliar berbunga tetap 7,75% per tahun selama lima tahun. Seri B senilai Rp150 miliar memiliki bunga tetap 8,25% per tahun dengan jangka waktu tujuh tahun.

Manajemen RMK Energy menegaskan penerbitan obligasi telah memperoleh peringkat idA atau Single A. Pemeringkatan ini diberikan oleh lembaga penilai untuk menunjukkan kredibilitas surat utang. Penetapan peringkat menjadi jaminan kepercayaan bagi investor.

Rincian Struktur Obligasi

Obligasi ini akan diterbitkan dengan dukungan beberapa penjamin pelaksana. PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT BNI Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin emisi. Selain itu, PT Bank KB Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat aksi korporasi tersebut.

Masa penawaran umum dijadwalkan pada 10 hingga 12 Februari 2026. Penjatahan obligasi akan dilakukan pada 13 Februari. Selanjutnya, distribusi dan pengembalian uang pemesanan dilaksanakan secara elektronik pada 19 Februari, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 20 Februari 2026.

Langkah ini dirancang untuk memastikan proses penerbitan berjalan lancar. Investor mendapatkan kepastian alokasi obligasi sesuai permintaan. Struktur waktu ini memungkinkan transparansi dan efisiensi dalam distribusi surat utang.

Pemanfaatan Dana untuk Anak Usaha

Sebanyak 31,67% dana obligasi akan dipinjamkan kepada PT Royaltama Multi Komoditi Nusantara. Pinjaman ini akan digunakan untuk jasa dan pengadaan batu bara. Tujuannya adalah mendukung pertumbuhan penjualan dan operasional anak usaha tersebut.

Selanjutnya, 26,67% dana akan disalurkan ke PT Royaltama Mulia Kencana. Dana ini akan digunakan sebagai modal kerja untuk kegiatan operasional perusahaan. Pemberian pinjaman ini juga memperkuat kinerja dan stabilitas keuangan anak usaha.

Sebagian dana lain, yakni 33,33%, akan digunakan Royaltama Mulia Kencana untuk belanja modal. Dana belanja modal ditujukan untuk ekspansi jasa logistik. Langkah ini memungkinkan perusahaan memperluas kapasitas dan meningkatkan kualitas layanan.

Modal Kerja untuk Kegiatan Operasional

Sisa dana obligasi akan dimanfaatkan RMK Energy untuk modal kerja internal. Modal kerja ini menjadi penopang kelancaran operasional perusahaan. Dengan ketersediaan dana, proses bisnis dapat berjalan lebih efektif.

Perusahaan menekankan bahwa penggunaan dana dilakukan secara terukur dan sesuai rencana. Setiap alokasi memiliki tujuan spesifik untuk mendukung pertumbuhan. Langkah ini juga memperkuat struktur keuangan perseroan dalam jangka panjang.

Pengelolaan dana secara tepat menjadi kunci keberhasilan penerbitan obligasi. Investor mendapatkan jaminan bahwa modal yang ditanamkan dikelola secara profesional. Hal ini menambah kepercayaan pasar terhadap RMK Energy.

Dampak Obligasi terhadap Pertumbuhan Perusahaan

Penerbitan obligasi diharapkan mendorong ekspansi operasional RMK Energy dan anak usaha. Pinjaman yang tersalur akan meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi operasional. Dampaknya dirasakan pada pertumbuhan pendapatan dan kinerja jangka panjang.

Selain itu, penerbitan obligasi memperkuat posisi RMK Energy di pasar modal. Surat utang ini menjadi instrumen untuk menarik investor baru. Kepercayaan investor diyakini akan meningkat karena adanya peringkat Single A dari lembaga pemeringkat.

Manajemen RMK Energy optimistis bahwa langkah ini akan memperluas jaringan bisnis. Kolaborasi dengan anak usaha semakin diperkuat melalui modal kerja tambahan. Dengan demikian, perusahaan siap menghadapi tantangan industri energi dan logistik secara lebih solid.

Terkini